Vice President Social and Local Development (SLD) PTFI, Arief Latif mengatakan apa yang dikerjakan LPMAK selama ini dapat dilihat dari expo selama dua hari lalu. "Mungkin selama ini orang kurang melihat, kurang memahami karena pekerjaan LPMAK ada di kampung-kampung," ujar Arief Latif yang ditemui Radar Timika di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (14/4).
Melalui expo menurutnya dapat meningkatkan semangat KSM-KSM binaan agar mereka bangga merupakan bagian dari pengembangan ekomoni. Mereka sangat bangga dengan hasil-hasil produknya yang luar biasa.
Dari sejumlah program kerja yang dilaksanakan LPMAK, kata Arief Latif, yang perlu ditingkatkan misalnya kesehatan. "Kalau saya lihat dari porsi pembiayaan memang yang paling besar adalah bidang kesehatan. Itu bukan karena keinginan LPMAK, tapi karena kebutuhan, terutama rumah sakit dan segala macamnya. Kedepan kita berharap untuk kesehatan bisa lebih banyak ke program preventif (pencegahan), bukan program pengobatan, karena pengobatan lebih mahal dari pada preventif," jelasnya.
Untuk pendidikan, kata Arief Latif, PTFI dan LPMAK ke depan bersama-sama pemerintah memperkuat pendidikan dari dasar, mulai TK, SD, dan SMP.
Sedangkan di sektor ekonomi, kedepan yang perlu dikembangkan adalah bagaimana masyarakat memproduksi komoditas yang dibutuhkan pasar. "Jadi bukan hanya jenis sayuran yang itu-itu saja, tetapi memang (memenuhi) kebutuhan pasar, sehingga tidak over suply kadang-kadang," jelasnya.
Dan yang paling penting menurutnya adalah mengurangi import agar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia berharap sejumlah komodiri, seperti telur, dagig sapi, dan lain-lain, bisa diproduksi sendiri di Mimika.
Arief mengatakan bidang ekonomi ini membutuhkan bantuan dari pemerintah dan perbankan untuk mengembangkan usaha-usaha yang ada.
Dalam rangka membangun masyarakat kedepan, kata Arief Latif, diharapkan bukan hanya PTFI dan LPMAK, tapi ada unsur-unsur lain yang bisa membantu, seperti UNICEF, UNESCO serta lembaga internasional lainnya agar mau datang ke Papua. "Bantulah kita, PTFI, Pemda, LPMAK untuk mentransfer ilmunya kepada kita, dalam rangka meninggkatkan SDM masyarakat. PTFI tidak selamanya ada di sini. Untuk itu kita tidak mau buat program yang membuat ketergantungan, jadi program ini yang bisa membuat (masyarakat) mandiri," paparnya. (sumaryoto&nelly bela/radar timika)