Minggu, 31 Agustus 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Jum'at, 01 Februari 2013 , 17:00:00

  JAYAPURA-Setelah hampir sepekan, sampah di Pasar Youtefa Abepura terlihat menumpuk, sejumlah petugas dari Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Jayapura, mulai diangkut atau dibersihkan, Kamis (31/1).
   Pantauan Cenderawasih Pos, untuk membersihkan tumpukan sampah yang berada di blok sebelah utara tersebut., pihak DKP mengerahkan dua tuk sampah. Meskipun tumpukan sampah yang menutupi badan jalan tersebut, mulai diangkut oleh petugas DKP, namun di sejumlah pinggiran jalan, tumpukan sampah yang merupakan sisa-sisa banjir, tampak masih belum dibersihkan dan diangkut ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang tersedia di pasar tersebut.
  Petugas DKP yang ditemui mengungkapkan, belum diangkutnya tumpukan sampah yang menumpuk di Pasar Youtefa, dikarenakan sejumlah petugas termasuk armada kendaraan pangangkut sampah, sedang dikerahkan melakukan pembersihan di beberapa lokasi akibat banjir.
  “Beberapa hari ini, kami disibukkan dengan pembersihan sampah maupun tanah longsor yang terjadi beberapa lokasi, sehingga pengangkutan sampah ke TPA Nafri agak terlambat,”ujar seorang petugas.
  Sementara itu, Kepala Pasar Youtefa Abepura Tonce Mebri, SH mengatakan, adanya tumpukan sampah di lorong-lorong pasar yang belum diangkut ke TPS, karena petugas yang bertanggungjawab membersihkan sampah, ada sekitar dua minggu  tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.
   Karena itu, untuk memaksimalkan pengangkutan sampah di lorong-lorong pasar kata Tonce,  pihaknya terpaksa memutus sebanyak 17 petugas kontrak dan mengangkat petugas kebersihan baru dari luar pedagang.
  “Selama ini, petugas kebersihan sampah di Pasar Youtefa kita pakai dari pedagang sendiri dan mereka ini bekerja pada waktu malam hari. Karena, kinerjanya tidak maksimal, sehingga kami terpaksa memperkerjakan orang lain yang bukan dari pedagang,”ungkapanya.
  Ia menambahkan, sesuai ketentuan yang berlaku, waktu kerja petugas kontrak yang kita sepakati dalam sehari sekitar 7 jam, tapi kenyataanya mereka hanya bekerja satu jam saja, pada waktu malam hari setelah selesai berdagang.
  Soal ada informasi mereka ini mogok kerja, karena tenaga honor tidak dibayar menurut Tonce Mebri, tidak benar, karena pembayaran mereka ini dilakukan setiap triwulan sekali, bukan perbulan.
   Sementara itu Kepala DKP Kota Jayapura, Bernard Fingkreuw, SE., yang dikonfirmasi terpisah mengatakan tumpukan sampah maupun sampah-sampah yang masih berhamburan baik di dalam maupun di luar Pasar Youtefa merupakan kewenangan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Jayapura bersama petugas Pasar Youtefa.
Sebab DKP Kota Jayapura menurutnya hanya bertugas mengangkut sampah-sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). “Jadi yang membersihkan sampah di areal pasar adalah petugas kebersihan yang ada di pasar tersebut. Kami hanya mengangkut sampah yang ada di TPS Pasar Youtefa yang sudah kami siapkan,” jelasnya.
Meskipun demikian, apabila petugas kebersihan Pasar Youtefa tidak menjalankan tugasnya, DKP Kota Jayapura siap membantu. Untuk itu, pihaknya sudah menurunkan 3 armada untuk membersihkan dan mengangkut sampah yang ada di Pasar Youtefa, Kamis (31/1). “Kami sudah menurunkan 3 armada untuk mengangkut sampah di Pasar Youtefa, agar masyarakat bisa lebih nyaman aktivitas di pasar tersebut,” tambahnya. (mud/ren/nat)
 
    JPNN.COM | Tumpukan Sampah di Pasar Youtefa Mulai Dibersihkan
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Tumpukan Sampah di Pasar Youtefa Mulai Dibersihkan"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Tantangan Baru dari Empat Ruas Itu
Oleh Dahlan Iskan Menteri BUMN  TIGA jam sebelum mendarat di New York Sabtu malam WIB, saya ...
Other