Senin, 20 Mei 2013
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Rabu, 18 Juli 2012 , 17:42:00

 Selain Ikan, Belut dan Penyu juga Ditemukan Mati di Teluk Youtefa

     JAYAPURA-Laporan adanya ikan yang mati di sekitar kawasan Teluk Youtefa tidak diakui beberapa orang warga Kampung Enggros yang ditemui Cenderawasih Pos. Bahkan menurut Jhon Meraudje salah seorang warga Kampung Enggros, Distrik Abepura, warga sudah membentuk tim untuk mencari tahu penyebab matinya ikan-ikan tersebut.
   “Warga sudah membentuk Tim Penjaga Teluk. Tim ini selain melakukan penjagaan di sekitar kawasan Teluk Youtefa juga akan mencari tahu penyebab matinya ikan-ikan di sekitar kawasan Teluk Youtefa ini,” ungkap Jhon Meraudje saat ditemui Cenderawasih Pos di Pantai Enggros, Selasa (17/7).
     Untuk mengetahui penyebab matinya ikan-ikan di Teluk Youtefa, Jhon Meraudje mengaku akan membawa sampel ikan yang ditemukan mati untuk diperiksa di laboratorium.
     “Kalau dari hasil laboratorium nanti penyebabnya adalah limbah, maka kami akan meminta bantuan Pemkot Jayapura untuk menanggulangi limbah tersebut. Selain itu meminta oknum yang diduga menjadi penyebab tercemarnya Teluk Youtefa untuk bertanggungjawab,” tegasnya.
      Senada dengan Jhon Meraudje, warga Kampung Enggros lainnya, Anace Samai juga membenarkan adanya ikan yang mati di sekitar kawasan Teluk Youtefa. Namun sampai saat ini warga di Kampung Enggros maupun Kampung Tobati yang berada di kawasan Teluk Youtefa belum mengetahui penyebab matinya ikan-ikan tersebut.
    Meskipun demikian, Anace Samai mensinyalir ikan-ikan ersebut mati akibat limbah. Sebab dalam perut ikan yang mati tersebut ditemukan ada cairan warna hijau kebiruan. “Selain itu, matanya keluar dan menggantung. Hal ini yang membuat warga curiga kalau ikan-ikan itu mati karena limbah,” ujarnya.
    Selain dari fisik ikan yang ditemukan mati, menurut Anace, ikan yang ditemukan mati bukan hanya ikan-ikan permukaan tetapi juga ikan-ikan dasar termasuk belut dan penyu. “Ikan yang kami temukan mati antara lain bubara, bandeng, kakap merah dan putih. Ikan yang mati ini bukan hanya ikan kecil tetapi juga yang besar ditemukan terapung dipermukaan air,” bebernya.
    Terkait hal itu, warga di kampung nggors dan Tobati menurut Aanace jadi takut untuk mengkonsumsi ikan. Untuk itu Aanace berharap Pemkot Jayapura segera menurunkan petugas untuk menyelidiki peyebab kematian ikan-ikan tersebut dan mengambil langkah-langkah penanganan.
Secara terpisah salah seorang tokoh masyarakat Kampung Enggros Orgenes Meraudje yang dikonfirmasi juga membenarkan adanya kematian ikan-ikan di sekitar Kawasan Teluk Youtefa. Kejadian ini menurutnya baru pertama kali terjadi, sehingga menimbulkan kepanikan di masyarakat khususnya yang ada di Kampung Enggros. “Ini sudah satu minggu berlangsung dan kami harap bisa segera mengetahui apa penyebabnya,” ungkap Orgenes yang dihubungi Cenderawasih Pos, kemarin.
   Pria ramah yang kerap membantu pembangunan pemerintah ditingkat kampung ini melihat ikan yang mati tak hanya ikan yang berada di laut tetapi juga milik warga yang ada di keramba. Kejadian ikan mati secara tiba-tiba ini diakuinya cukup mengejutkan sebab bukan ikan tertentu yang mati tetapi ikan yang biasa di dasar laut seperti sugili (belut), penyu termasuk ikan milik warga seperti mubara dan ikan bandeng ikut mengapung.
 “Semua ikan baik besar dan kecil juga mati. Penyu juga ada yang mati sehingga saya melihat warga kampung cukup cemas karena takutnya memberi imbas pada mereka secara tidak langsung,” ujarnya.
Ikan yang mati ini tak hanya didapati di teluk tetapi juga hingga ke kolong-kolong rumah warga. Untungnya lanjut Orgenes dari kejadian ini warga mulai berhati-hati menggunakan air laut termasuk mengkonsumsi ikan. “Jangan sampai benar ikan ini kena racun dan dimakan akhirnya memberi implikasi pada tubuh,” imbuhnya.
 Orgenes menduga ada jenis racun cair yang tertumpah di saluran kali dan bermuara ke laut dalam jumlah besar. Secara terpisah, Ketua Forum Peduli Port Numbay Green Fredy Wanda dan Ketua PatGom Papua, Andre Liem juga mempertanyakan penyebab ini. “Tiap pagi ada ikan segar yang mati, ada yang berada di teluk terbawa ke laut tapi besok masih ada lagi,” tambahnya.
    Ia berharap dinas terkait bisa segera memberi jawaban mengenai penyebabnya. “Kemarin Sekda sudah datang ke kampung dan mudah-mudahan segera diketahui penyebabnya,” imbuh Fredy.
Menyikapi matinya ikan-ikan di Teluk Youtefa ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Jayapura sedang melakukan penyelidikan di lapangan.  “Sekarang kami sedang melakukan penyelidikan di Teluk Youtefa dan Holtekam,” ungkap Kepala DKP Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan kepada Cenderawasih Pos, kemarin.
Dikatakan, penyelidikan atau pengecekan ke lapangan yang dilakukan itu antara lain meliputi jenis ikan yang mati, waktu kejadian, jumlah ikan yang mati, ciri fisik ikan yang mati dan sebagainya.  “Penyelidikan akan kami lakukan di beberapa tempat, termasuk sampel juga akan kami ambil dari beberapa tempat,” ujarnya.
Sampel-sampel yang diambil dari lapangan menurut Elsye akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kandungan zat yang terdapat di dalam daging ikan yang mati itu. “Nah nanti berdasarkan ciri-ciri dari fisik ikan yang mati dan hasil uji laboratorium baru kami akan menarik kesimpulan apa sebenarnya yang terjadi,” jelasnya.
Untuk itu, Elsye Rumbekwan mengaku belum bisa memastikan apa penyebab matinya ikan-ikan di kawasan teluk Youtefa ini. Sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mencari sampel ikan yang doitemukan mati. “Sekarang kita kesulitan di sampel, tetapi kami akan terus mencari di beberapa tempat,” akunya.
Meskipun belum bisa memastikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut, namun menurutnya ada beberapa faktor yang sering menyebabkan ikan-ikan di laut mati. Salah satu penyebabnya yaitu turbulence atau pergerakan dasar laut yang membuat gas beracun di laut menguap sehingga membuat ikan–ikan mati.
Penyebab lainnya menurut Elsye Rumbekwan bisa karena penggunaan bom ikan atau bahan kimia seperti obat bius. Tetapi penggunaan bom ikan dan obat bius menurutnya kemungkinan besar tidak terjadi. “Atau bisa juga ikan-ikan itu adalah hasil buangan kapal-kapal ikan skala besar. Kami lihat kemungkinan seperti itu, ikan itu adalah hasil buangan kapal ikan, tetapi kami juga tetap belum bisa pastikan,” tambahnya.
   Kendati begitu menurut Elsye Rumbekwan  penyebab matinya ikan pasti akan diketahui dari hasil uji laboratorium. Dalam penyelidikan ini, pihaknya juga melibatkan Bidang Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kota Jayapura termasuk lembaga lainnya yang terkait. “Jelasnya, sampai sekarang kami belum bisa berikan kepastian apa penyebabnya karena kami masih tunggu hasil penyeldikan dan uji lab. Nanti setelah itu baru kami beri penjelasan,” pungkasnyanya.(ren/ade/ta/nat)
 
    JPNN.COM | Warga Bentuk Tim, DKP Kota Lakukan Penyelidikan
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Warga Bentuk Tim, DKP Kota Lakukan Penyelidikan"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other