|
Rabu, 18 Juli 2012 , 17:33:00
Sejumlah Barang Kebutuhan Mulai Merangkak Naik
MERAUKE- Menjelang bulan Ramadan, harga beras di pasaran di Merauke masih stabil. Kecuali sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya mulai merangkak naik. Salah stau pedagang beras yang ditemui Cenderawasih Pos di Jalan Pemuda, samping SMPN 2 Merauke, Muhrozi, mengaku jika harga beras yang berlaku sekarang masih stabil.
Harga untuk beras Pandan Wagi misalnya, dijual dengan harga Rp 10.000/kg, beras Thailand dengan harga Rp 9.000/kg, beras Ciliwung dengan harga Rp 8.000 sama
dengan harga beras Memberamo. Sedangkan untuk beras Bulog ditawarkan dengan harga Rp 7.000/kg.
‘’Harga yang berlaku sekarang sejak panen di lokasi. Sebelum panen, untuk Pandan Wangi misalnya berada di kisaran Rp 12.000-13.000 kg. Tapi setelah panen menjadi Rp 10.000/kg,’’ katanya.
Harga yang berlaku di pasar ini, lanjut dia, berbeda dengan harga yang ditawarkan ditingkat petani di lokasi. Untuk semua jenis beras, kata dia, rata-rata dijual dengan harga Rp 7.000/kg. ‘’Kita pedagang yang naikkan karena kita masih hitung ongkos angkut, biaya makan dan keuntungan.Sebenarnya keuntungannya kecil. Tapi yang
penting ada,’’ kata Muhrozi yang sejak tahun 1995 lalu sudah menjual beras secara keliling dengan menggunakan sepeda.
Dikatakan harga ini kemungkinan tidak naik lagi sampai lebaran karena petani di lokasi
transmigrasi dalam waktu dekat ini mulai panen lagi. ‘’Kecuali setelah panen itu, kemungkinan akan naik lagi kalau stok di tingkat petani berkurang,’’ tambahnya.
Sementara itu, Yusuf mengaku sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik rata-rata antara Rp 500-1.000. Bahkan ada yang naik 100 persen misalnya bawang putih yang sebelumnya ditawarkan dengan harga Rp 10.000/liter kini menjadi Rp 24.000/liter. Sementara untuk gula pasir naik Rp 13.000 menjadi Rp 14.000. Sedangkan untuk
Gulaku yang sudah dikemas dalam 1 kg dari harga sebelumnya Rp 14.500 menjadi Rp 16.000. Sementara minyal goreng curah dari Rp 10.000 menjadi Rp 11.000/liter. Sedangkan yang turun adalah bawang merah dari sebelumnya Rp 28.000/kg menjadi Rp 24.000/kg. (ulo/nan)
|