|
Selasa, 05 Juni 2012 , 17:41:00
Termasuk Tujuh Napi Kasus Makar
WAMENA - Sebanyak 42 nara pidana (napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II B Wamena berhasil melarikan diri setelah menyerang petugas penjagaan Lapas, Senin (4/6) sekitar pukul 18.30 WIT.
Selain menyerang petugas, para napi itu sebelumnya juga melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas seperti melempari jendela kaca pos penjagaan.
Para napi itu menggunakan kesempatan setelah bersitegang dengan petugas dan menyerang petugas di pos penjagaan 1, 2 dan 3. Setelah petugas terdesak dan meyelamatkan diri ke kantor Lapas, pada waktu yang bersamaan 42 napi dan tahanan ini secara berkelompok kabur dari dalam lapas dengan cara lompat melalui pos-pos penjagaan yang telah ditinggalkan petugas itu.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Wamena, Breghkman Tambun saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya 42 napi dan tahanan yang kabur itu. Dari 42 napi itu ada 7 napi kasus makar, yaitu Ali Yikwa, Yostimin Weya, Yohan Hiluka, Manase Talenggen, Limanus Wenda dan Toebaga Kilungga.
Menurut Breghkman Tambun, kronologi pelarian para napi ini bermula saat seperti biasanya para napi harus masuk kembali ke blok-blok hunian pukul 18.30 WIT. Pada saat petugas mengarahkan napi untuk masuk kembali ke blok hunian namun tidak mau masuk. Karena terus didesak, maka Kalapas pun turun lapangan melakukan pendekatan persuasif agar para napi masuk ke blok hunian, namun para napi berontak dan menyerang petugas yang ada di lapangan maupun yang ada di pos-pos penjagaan dengan batu, kayu dan sejumlah alat benda tumpul lainnya.
“Kami terdesak dan menyelamatkan diri, bahkan dua petugas kami dikeroyok saat menjaga pos masing-masing. Saya juga kena lemparan batu di kaki. Pada saat kami tertekan ini napi pun lari lompat melalui pos-pos yang sudah ditinggalkan petugas jaga. Ada juga yang lari dengan cara naik lewat bangku-bangku geraja yang diambil dari dalam gereja pada saat kericuhan itu,” katanya.
Bukan saja menyerang petugas di dalam blok hunian, para napi itu juga terus menyerang petugas ke pos sentral utama di pintu luar blok steril area. Pos jaga ini pun dilempari batu dari dalam steril area hingga kaca-kaca jendala depan pun pecah dan hancur semua.
Mengingat jumlah napi dan tahan yang kabur ini cukup banyak, sementara personel untuk mengejar mereka cukup terbatas, maka pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian dari Polsek Wamena Kota, dan akhirnya kericuhan ini berhasil diredam dan kini kondisi lapas sudah aman kembali.
Guna mengejar para napi tersebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan aparat terkait dalam hal ini TNI/Polri untuk bersama-sama melakukan pengejaran dan penangkapan.
“Aksi ini secara spontan, namun diduga sudah direncanakan cukup lama oleh sekelompok napi yang lari ini,” pungkasnya. (ben/fud)
|