Rabu, 22 Mei 2013
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Selasa, 05 Juni 2012 , 17:30:00

     JAYAPURA-Setelah melakukan penyelidikan, aparat kepolisian akhirnya mengidentifikasi pelaku penikaman hingga menewaskan Edu Jemmy F Poerba seorang mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen)  di mata jalan SMA PGRI Perumnas II Waena, Minggu (3/6)  sekitar pukul 17.30 WIT.
      Kabid Humas Polda Papua, AKBP. Johannes Nugroho Wicaksono mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi diketahui bahwa pelaku pengeroyokan diduga massa Komite Nasional Papua Barat atau KNPB. “Penyidik sudah memeriksa 5 sampai 6 saksi dan pelaku penikaman diduga dari massa KNPB,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/6).
Tentang kronologisnya, menurut Kabid Humas saat itu korban berpapasan dengan massa KNPB yang sedang melintas di Waena. Tanpa alasan yang jelas, para pelaku yang diperkirakan berjumlah 20 orang mengeroyok  hingga berujung pada penikaman terhadap korban yang mengenai tulang rusuk sebelah kiri.
Kabid Humas mengatakan, penyidik masih terus mendalami kasus ini guna mengungkap identitas pelaku. Penyidik menurutnya masih terus akan memeriksa saksi lainnya serta mengumpulkan alat bukti-bukti. ”Barang bukti yang telah kami amankan antara lain pakaian yang dikenakan korban. Terkait kasus ini kami juga menghimbau warga untuk membantu polisi mengungkap pelaku penikaman tersebut.
Sementara itu, Ketua 1 KNPB Mako Tabuni yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos terkait penikaman tersebut menilai Polda Papua terlalu dini menyebutkan bahwa pelaku penikaman yang mengakibatkan tewasnya seorang mahasiswa Uncen adalah massa KNPB.
Sebab, Polda Papua menurutnya sampai saat ini belum menangkap dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang diduga melakukan penikaman. Untuk itu, ia meminta agar Polda Papua tidak menuding massa KNPB sebagai pelaku penikaman tanpa bukti yang jelas
 “Polda Papua harus menangkap pelaku penikaman tersebut dan apabila terbukti adalah anggota KNPB, KNPB siap bertanggangjawab,” ungkap Mako Tabuni saat dihubungi Cenderawasih Pos via ponselnya, Senin (4/6).
     Mako Tabuni juga menjelaskan bahwa aparat kepolisian juga harus melihat kronologis sebelum terjadinya pengeroyokan dan penikaman. Sebab menurutnya saat massa melakukan konvoi, korban yang menggunakan sepeda motor, mendahului massa KNPB. Pada saat korban terjatuh menurut Mako Tabuni, massa kemudian melakukan pengeroyokan yang kemudian berujung pada penikaman terhadap korban.
Secara terpisah Pembantu Rektor III Uncen Jayapura, Drs. Paulus Homers, M.si., untuk mengungkap danmenangkap pelaku penikaman yang mengakibatkan tewasnya korban yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik Uncen.
“Kami minta pelaku yang melakukan tindak kekerasan hingga menewaskan seorang mahasiswa Uncen diungkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Polisi harus bertindak tegas dalam menangani ksus ini,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.
Paulus Homers mengatakan pengeroyokan dan penikaman hingga membuat korban tewas merupakantindakan tersebut telah melebihi batas kewajaran dan telah melaggar HAM. Sebab menurutnya, manusia  dan manusia tidak punya hak untuk saling membinasakan atau manusia tidak punya hak untuk menghilangkan nyawa sesamanya.
“Yang berhak mengambil kembali nyawa manusia itu Tuhan sebagai pencipta manusia. Kami juga meminta aparat kepolisain harapkan untuk memberikan jaminan kemanan bagi mahasiswa. Sebab setelah terjadi peristiwa ini membuat situasi keamanan di lingkungan kampus Uncen Waena sudah tidak kondusif,” pintanya.
. “Sebelumnya juga sering terjadi pengroyokan, penjambretan dan berbagai jenis kejahatan lainya sehinga ini membuat dosen-dosen tidak bisa melakukan aktivitas tambahan di kampus,” sambungnya.
Paulus Homers menambahkan, apabila dari hasil penyelidikan nanti ditemukan cukup bukti bahwa pelaku pengeroyokan dan penikaman tersebut adalah massa KNPB, maka aparat kepolisian diharapkan tidak lagi memberikan kekebasan kepada KNPB untuk melakukan aksi demo.
Pasalnya, selama ini aksi-aksi demo yang dilakukan selalu membuat keresahan di tengah masyarakat. Selain itu, aksi-aksi demo itu juga tidak menguntungkan Kampus Uncen. Sebab setiap kali terjadi aksi demo, maka Kampus Uncen selalu dipalang sehingga mahasiswa tidak bisa mengikuti perkuliahan.
Ia juga menyesalkan sebab aksi demo yang selama ini terjadi tidak semuanya adalah mahasiswa Uncen. Sebab disinyalir ada orang luar yang bergabung dengan mahasiswa Uncen dan melakukan demo. (cr-177/cr-179/ren/nat)
 
    JPNN.COM | Pelaku Penikaman Mahasiswa Uncen Diduga Massa KNPB
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Pelaku Penikaman Mahasiswa Uncen Diduga Massa KNPB"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other