Jum'at, 24 Mei 2013
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Kamis, 31 Mei 2012 , 18:01:00

Tampak ratusan warga pendatang yang berdomisi di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya melakukan aksi demo damai ke Mapolres Puncak Jaya, Rabu (30/5) kemarin.
JAYAPURA – Pascapenembakan Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap seorang warga pendatang asal Toraja bernama Anthon Arung Tandila yang diketahui kesehariannya sebagai guru Sekolah Dasar Inpres Dondobaga, Kampung Kurilik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (29/5) sekitar pukul 19.30 WIT membuat ratusan warga pendatang yang berdomisili di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya melakukan aksi demo damai ke Mapolres Puncak Jaya, Rabu (30/5) kemarin.
 Kedatangan ratusan warga tersebut diketahui untuk meminta jaminan keamanan dari pihak keamanan dalam hal ini Polres Puncak Jaya.
 Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Lukas Enembe SIP, MH ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos lewat ponselnya mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak keamanan baik itu  TNI maupun Polri terkait aksi demo damai warga tersebut.
 "Ya memang sempat sejumlah warga pendatang dan beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan aksi demo damai meminta jaminan keamanan. Sebagai Bupati Puncak Jaya, saya beserta muspida sudah menerima aspirasi mereka dan kita sudah memberikan jaminan keamanan lewat kepolisian," ungkapnya yang didampingi Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Marselis S usai pertemuan.
 Dijelaskannya, berdasarkan pertemuan intensif yang telah dilakukan ke depannya akan ada langkah konkret dari pemerintah daerah termasuk pihak keamanan TNI/Polri di Puncak Jaya dalam kaitan memberikan rasa aman dan meredam konflik gangguan keamanan yang masih terus terjadi.
 "Yang jelas ada langkah-langkah besar yang terus kami lakukan yaitu melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok tersebut untuk selanjutnya akan dicarikan solusi bersama. Misalnya digelarnya acara adat perdamaian termasuk mengganti rugi kepala korban penembakan baik itu dari masyarakat sipil biasa maupun kelompok yang selama ini membuat resah,”katanya.
 Ditanya soal kondisi saat ini di Mulia, Puncak Jaya, Enembe meminta kepada seluruh warga baik itu pendatang maupun asli Papua agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas terutama bagi warga yang memiliki toko atau kios supaya jangan membuka toko atau kiosnya larut malam.
 “Ya kita sudah menghimbau supaya mereka hanya berjualan sampai sore sekitar pukul 4 saja dan menutup rumahnya kemudian tidak beraktifitas pada malam harinya,”imbuhnya.
 Tentang korban tewas, Lukas Enembe mengungkapkan, korban segera akan diberangkatkan ke Tanah Toraja dengan menggunakan pesawat pada besok hari (hari ini). “Harapannya proses pengiriman jenazah berjalan lancer dan tidak ada kendala,”ucapnya.
 Di samping itu, Bupati Lukas Enembe juga mengungkapkan, saat ini Pemkab Puncak Jaya sedang berusaha melalui Panglima TNI untuk segera terbentuk Kodim di Puncak Jaya dan secepatnya pasukan TNI non organik ditarik dari Puncak Jaya. “Kami sedang berupaya mengirimkan surat resmi kepada Panglima TNI untuk percepatan pembentukan Kodim di Puncak Jaya,” ujarnya.
 Mengenai lahan untuk lokasi Kodim tersebut, Bupati Lukas Enembe menambahkah, ketersediaan dan pembebeasan lahan sudah tidak jadi masalah dan pemerintah daerah siap memberikan lokasinya. Dengan demikian, situasi keamanan di Puncak Jaya yang terus terjadi gangguan keamanan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab bisa secara perlahan semakin hilang.
 “Saat ini kita perlu langkah konkret kerja terutama meredam masalah keamanan ini perlu banyak pendekatan persuasif pada kelompok bersenjata dan pada keluarga. Nantinya kita lakukan lagi dengan perdamaian secara adat hanya saja butuh biaya besar dan APBD Puncak Jaya tidak pernah cukup,"tuturnya.
 Menurutnya, jika sudah terjadi perdamaian secara adat yang memang merupakan solusi terbaik maka selanjutnya harus memberikan kompensasi kepada semua keluarga korban dari pihak masyarakat dan pelaku gangguan keamanan.
 "Barulah setelah semua bisa diatasi dan tuntas maka pendekatan kesejahteraan kepada mereka juga akan dilakukan yaitu merangkul kembali dalam NKRI dengan membangun rumah, kesehatan, pendidikan dan lainnya pada mereka. Ini program yang sedang dan terus kita upayakan,”tandasnya.
 Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs Johannes Nugroho Wicaksono kepada wartawan mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penembakan terhadap guru Sekolah Dasar (SD) Inpres Dondobaga bernama Anton Arung Tambila (36) di Kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya Selasa (29/5).
   "Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus penembakan yang menelan korban jiwa seorang guru ini. Sedikitnya sudah 10 warga dimintai keterangannya terkait penembakan ini," ungkapnya, Rabu (30/5).(nal/ro/fud)
 
    JPNN.COM | Warga Pendatang Demo Tuntut Jaminan Keamanan
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Warga Pendatang Demo Tuntut Jaminan Keamanan"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other