|
Senin, 28 Mei 2012 , 18:05:00
Biak Lulus 100 Persen, Jayawijaya Lulus 99,87 Pesen
MERAUKE- Hasil kelulusan tingkat SMA/SMK di Kabupaten Merauke tercatat 110 siswa tidak lulus atau 3,96 persen dari total peserta UN 2.211 siswa baik SMA/MA maupun SMK. Sedangkan yang lulus 2.101 siswa atau 96,04 persen.
Dari jumlah tersebut dengan rincian untuk SMA dengan jumlah 1.436 peserta, yang lulus 1.330 siswa atau 92,6 persen. Sedangkan yang tidak lulus sebanyak 106 siswa atau 7,4 persen. Dari jumlah tang tidak lulus, KPG Khas Papua Merauke menyumbangkan jumlah terbanyak yakni 103 siswa dari total 210 peserta atau 49,05 persen tidak lulus. Sedangkan 3 siswa lainnya yang tidak lulus dari SMAN Plus Urum 1 orang, SMAN Persiapan Kimaam 1 orang dan SMAN I Kurik 1 orang. Sedangkan yang tercatat 100 persen siswanya lulus, sebanyak 15 dari total 19 sekolah.
Sementara untuk SMK, dari total 775 peserta, 771 di antaranya lulus atau 99,48 persen. Sedangkan yang tidak lulus hanya 4 siswa yakni 3 siswa pada SMKN Kumbe dan 1 siswa pada SMKN I Jagebob. Sementara yang 100 persen lulus, yakni 11 dari 13 sekolah. Dari hasil total UN atas 6 mata pelajaran UN tingkat SMA, SMAN I Merauke berada di urutan pertama dengan nilai 56,60 disusul SMAN 3 Merauke diurutan kedua dan SMA Muhammadyah pada urutan ketiga. Sedangkan untuk SMK, urutan pertama SMKN I Merauke dengan nilai UN 32,39 disusul SMKN 3 Merauke dan urutan ketiga SMKN I Tomer. Pada pembagian hasil kelulusan tersebut, Kepsek SMAN I Merauke Dra Maria Goretti Letsoin merasa bangga atas keberhasilan yang diraih anak didiknya tersebut. ‘’Tapi tentunya ini tidak lepas dari anak itu sendiri, para guru dan orang tua,’’ katanya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke Vincentius
Mekiuw, S.Sos, mengungkapkan keberhasilan yang diraih siswa-siswi tersebut tidak hanya diukur dari nilai UN yang diperoleh tapi sejauh mana anak-anak tersebut bisa masuk ke PTN ternama di Indonesia seperti UI, UGM, ITB dan PTN ternama lainnya. ‘’Karena kita ada pengalaman anak-anak kita dari Merauke yang nilai UN-nya cukup tinggi tapi setelah menjalani tes masuk di UI hasil yang diperoleh sangat rendah,’’ katanya.
Sementara banyaknya siswa KPG yang tidak lulus yang hampir mencapai 50 persen, menurut Vincent, bagi anak-anak yang belum lulus tersebut untuk tidak terlalu frustasi tapi harus tetap tegar menghadapi kenyataan yang ada. Apalagi, jelas dia, bagi yang tidak lulus tersebut tetap dinaikan ke kelas V KPG Khas Papua Merauke sambil menunggu ujian paket C. ‘’Jadi nantinya mereka ikut paket C. Kalau nanti tidak lulus di ujian paket itu barulah dikembalikan ke kelas 3. Tapi mudah-mudahan bisa lulus semua melalui kerja keras belajar,’’ paparnya.
Di Biak, dari 1.788 siswa yang ikut Ujian Nasional (UN) semuanya dinyatakan lulus alias kelulusan mencapai 100 %. Dari sejumlah banyak itu, siswa SMA sebanyak 1.232 orang dan SMK sebanyak 556 siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor Kamaruddin, S.Pd mengatakan, kelulusan 100 % mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Namun secara rata-rata di seluruh wilayah Papua dan Indonesia juga diakui mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena persiapan dinilai agak lebih baik.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di wilayah kota Biak dan sekitarnya tidak ada aksi ugal-ugalan yang dilakukan para siswa meskipun semuanya dinyatakan lulus, yang ada hanya sebatas aksi coret-coretan. Hal itu disebabkan karena sebelumnya setiap sekolah memang sudah diminta supaya mengingatkan semua siswanya tidak melakukan aksi ugal-ugalan.
Sementara di Kabupaten Jayawijaya dari 1.591 peserta UN, yang dinyatrakan lulus 1.589 siswa atau 99,87 persen dan yang tidak lulus hanya 2 peserta.
Demikian disampaikan wakil ketua Panitia US/UN Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo,S.Pd saat ditemui Cenderawasih Pos di sela pegumuman hasil UN tahun pelajaran 2011-2012 tingkat SMA/SMK dan sederajat se-Kabupaten Jayawijaya, di Wamena Sabtu (26/5).
Menurut Bambang, angka tingkat kelulusan ini mengalami peningkatan, di tahun 2011 mencapai 99,81 pesen dan tahun ini 100 persen.
“Dari sisi nilai rata-rata juga ada kemajuan, di tahun 2011 nilai rata-rata 7,24, namun di tahun ini nilai rata-rata naik lagi 7,57,” paparnya.
Pengumuman di Kota Wamena berjalan aman dan lancar, meski ada aksi coret-coretan yang dilakukan para siswa. (ulo/ito/ben/fud)
|