Sejumlah warga dan anak-anak dari pemilik dan pegawai Advent Aviation saat melakukan pengangkutan tanah timbunan dengan pejagaan ketat aparaat, Kamis (24/5).
SENTANI – Aksi pemalangan terhadap kompleks lapangan terbang Advent di Doyo Baru Distrik Waibu yang dilakukan oleh masyarakat adat sejak awal Februari 2012 lalu, Kamis (24/5) kemarin, akhirnya dibongkar paksa.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, palang landasan pacu Lapter Advent berupa timbunan tanah ini yang sudah mulai padat ini, digali oleh sejumlah masyarakat bersama dengan anak-anak dari pemilik dan pegawai Advent yang merupakan keturunan warga asing.
Pembongkaran paksa palang Lapter Advent yang mendapat tentangan dari masyarakat adat pemilik hak ulayat ini, dijaga ketat oleh anggota Polres Jayapura dan dibantu Brimob, termasuk satu kendaraan barracuda juga disiapkan di pintu masuk Lapter Doyo. Selain, mengangkat timbunan tanah sebagian pekerja juga terlihat membersihkan rumput di landasan pacu yang sudah kelihatan tinggi.
Sementara itu, Whelem Kreuta yang mengkau sebagai Ketua Ikatan Keluarga Kampung Pongkonoware Doyo sebagai pemilik hak ulayat mengaku tuntutan ganti rugi terhadap lokasi Lapter Advent yang dipalang ini masih dalam proses negosiasi. Namun pihaknya mengaku kaget, saat palang timbunan tanah di lapangan ini mulai diangkut dengan dijaga ketat aparat.
“Masalah ini sudah pernah dirundingkan untuk dibahas di Polres, tapi dari Advent tidak pernah dating, sehingga Polda mengambil alih. Sementara diproses, tahu-tahu palang sudah dibongkar,”ujarnya menyesalkan.
Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP A. Wantry Yulianto saat dikonfirmasikan membenarkan bahwa tidak ada penyelesaian negosiasi terkait tuntutan ganti rugi Lapter Advent ini, Pihaknya terpaksa melakukan pembongkaran paksa terhadap pemalangan lapangan terbang Advent yang dilakukan dengan meletakkan timbunan tanah di landasan pacu ini.
“Karena kalau mau menuntut, atau menyelesaikan masalah, lakukan dengan proses pengadilan, tetapi jangan melakukan pemalangan, apabila melakukan tindakan kurang baik, maka akan kami tindak. “tegas Kapolres.
Untuk mengamankan proses pembongkaran palang ini, Kapolres mengaku mengerahkan 3 peleton anggota, yakni 2 peleton anggota Brimob dan 1 peleton anggota Polres. Meski sempat diprotes warga yang mengaku sebagai pemilik tanah, namun pembongkaran palang berjalan lancar. (cr-175/tri)