|
Selasa, 22 Mei 2012 , 18:05:00
JAYAPURA-Ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang tinggal di asrama mahasiswa di dekat Kali Kamp Wolker Perumnas III, terpaksa melakukan pemalangan di Gapura Kampus Uncen Waena, Senin (21/5).
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos menyebutkan pemalangan tersebut dilakukan lantaran asrama tempat mahasiswa/mahasiswi ini tinggal sudah 3 minggu tidak dialiri listrik. Menurut Koordinator Aksi Pemalangan, Septi Meidodga mengatakan, pemalangan itu terpaksa mereka lakukan lantaran pihak sudah melakukan pertemuan dengan Pembantu Rektor III Uncen untuk membahas masalah listrik ini pada 15 Mei lalu dan dijanjikan bahwa aliran listrik sudah berfungsi lagi pada 18 Mei.
Namun janji tersebut menurut Septi tidak terealisasi bahkan hingga mereka melakukan pemalangan, aliran listrik ke asrama masih padam. “Karena tidak adanya alairan listrik ke asrama, kami tidak bisa belajar. Padahal saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi mid semester. Untuk itu kami sepakat melakukan pemalangan,” jelasanya.
Sementara itu, akibat aksi pemalangan tersebut, aktivitas perkuliahan di Kampus Uncen Waena sempat terganggu. Sebab para mahasiswa melarang mahasiswa lainnya dan dosen untuk masuk ke kampus. Terkait aksi pemalangan tersebut, Rektor Uncen, Drs. Festus Simbiak, S.Pd., langsung menemui para mahasiswa dan mendengarkan langsung keluhan mereka.
Usai mendengarkan keluhan mahasiswanya, Rektor Festus Simbiak kemudian menjelaskan bahwa putusnya aliran listrik ke asrama mahasiswa bukan karena disengaja oleh pihak kampus. Bahkan urusan administrasi yang berkaitan dengan pelayanan listrik dengan pihak PLN juga tidak ada masalah. Namun putusnya aliran listrik tersebut disebabkan adanya kerusakan pada gardu listrik untuk asrama mahasiswa.
“Gardu listrik itu terbakar sehingga aliran listrik ke asrama tidak berfungsi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan mereka akan segera memperbaiki gardu tersebut. Mudah-mudahan, perbaikannya bisa cepat selesai, sehingga listrik ke asrama bisa menyala kembali,” jelasnya.
Dalam penjelasannya kepada mahasiswa, Rektor Festus Simbiak juga meminta mahasiswa agar belajar menyelesaikan persoalan dengan cara-cara yang tepat dan benar. “Jangan belajar menyelesaikan persoalan dengan cara memalang kampus, itu bukan cara yang baik. Cara yang baik itu jika ada masalah, harus meminta waktu ke pimpinan kampus setelah itu bertemu dengan pimpinan kampus untuk menyelesaikan tersebut,” tegasnya.
“Sebagai calon-calon pemimpin masa depan Papua, saya berharap kalian harus belajar menggunakan cara-cara yang benar dan terpuji untuk menyelesaikan masalah, sehingga kedepan kalian mampuh menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Papua dengan cara yang tepat dan benar juga,” sambungnya.
Meskipun demikian, Rektor Festus Simbiak menambahkan bahwa dirinya sangat senang bisa bertemu dengan mahasiswa/mahasiswi untuk mendengarkan keluhan terkait pelayanan di kampus. Sehingga pihaknya bisa segera melakukan pembenahan dan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan. (ren/nat)
|