|
Kamis, 03 Mei 2012 , 18:01:00
JAYAPURA – Bertepatan dengan hari pendidikan nasional, Rabu (2/5), Penjabat Gubernur Papua Dr. Drs. Syamsul Arief Rivai,MS meresmikan Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya yang beralamat di Perumnas I Waena, Kota Jayapura.
Bupati Mamberamo Raya, Demianus Kyeuw-Kyeuw,SH,MH dalam sambutannya saat peresmian asrama mahasiswa itu mengatakan guna mewujudkan apa yang telah digagaskan bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Mamberamo Raya ke depan yaitu tercetaknya 1000 doktor anak asli Kabupaten Mamberamo Raya maka melalui asrama yang telah terbangun dan ditelah diresmikan penggunaannya ini maka akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang.
Selain itu akan diadakan program-program pembinaan tambahan untuk pengembangan kemampuan anak-anak mahasiswa yang diasuh di asrama seperti les privat untuk empat bahasa yang dianggap penting yaitu bahasa Indonesiaa, Inggris, Jepang dan Mandarin. Serta dilengkapi dengan laboratorium komputer yang diperuntukan agar anak-anak mahasiswa yang diasuh di asrama agar benar-benar bisa menguasi komputer.
“Setiap hari, anak-anak mahasiswa di asrama ini di wajibkan untuk bisa menggunakan dua jam full untuk melatih diri bagaimana berkomunikasi bahasa Inggris. Dan kepada mahasiswa yang tinggal di asrama tetapi tidak mematuhi aturan yang diberlakukan, setelah diberi peringatan dan teguran satu, dua, tiga kali tetapi tidak bisa mematuhi apa yang diajarkan maka yang bersangkutan dengan berat hati terpaksa harus dikeluarkan,” katanya.
Sebab di asrama telah diatur dengan sejumlah ketentuan dan peraturan yang mengatur tentang semua penghuni asrama. "Penghuni asrama diminta untuk tidak boleh minum mabuk, merokok. Asrama ini bukan tempat tinggal orang berkeluarga, karena asrama ini dibiayai dengan biaya yang cukup mahal," ujar bupati.
Yang diinginkan dari pembangunan asrama mahasiswa ini adalah agar bisa menghasilkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. “Jika berhasil dengan indek prestasi yang baik pada semua disiplin ilmu maka pemerintah daerah akan mengirimkannya untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan juga S3 pada kampus-kampus yang ada di seluruh Indoenesia dan bahkan di luar negeri. Ini sudah merupakan tekad dari pemerintah," tegas Bupati Demianus Kyeuw-Kyeuw.
Dalam kepemimpinannya selama lima tahun pihaknya menghendaki ada sepuluh doktor anak asli Mamberaamo Raya.
Dikatakannya, asrama yang telah diresmikan ini akan dikelola oleh BP. AM. Sinode GKI, sebab menurutnya Sinode GKI sudah terbukti membina sejumlah anak-anak Papua dan berhasil menjadi pemimpin di Papua sehingga pada kesempatan ini pemerintah daerah ingin mempercayakan asrama ini untuk dikelola oleh sinode GKI.
"Semua dedominasi gereja yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya telah mengambil langkah bagi kehidupan orang Mamberamo Raya dengan telah meletakan dasar-dasar peradaban yang kuat melalui Injil. Oleh sebab dengan penyerahan asrama oleh pemerintah kepada pihak gereja untuk dikelola pasti akan berhasil mendidik dan membina anak-anak Mamberamo Raya menjadi generasi yang memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.
Dari sekitar 400-an mahasiswa Mamberamo Raya, tidak semuanya bisa masuk ke asrama, sebab kemampuan menampung hanya 230-an mahasiswa, sehingga yang akan menempati asrama ini akan terseleksi dengan baik, ada keterwakilan dari setiap kampung, distrik, universitas, dan akademik yang ada di Kota Jayaapura dan Kabupaten Jayapura.
Bupati mengharapkan kepada setiap orang tua yang anaknya bersekolah atau kuliah di Jayapura dan ditampung di asrama agar dapat memberikan dorongan yang kuat sehingga anak-anak tersebut bisa rajin mengikuti kuliah di kampus karena pemerintah telah menyiapkan semua fasilitas selengkap mungkin bagi mahasiswa. Baik itu kebutuhan pakaian, makan, kebutuhan kampus dan kebutuhan-kebutuhan lainnya semua dibiayai pemerintah.
Mengenai jumlah dana yang digunakan untuk membangun asrama, Bupati mengatakan sebesar Rp 20.764.563.000,- dengan dibangun di atas tanah seluas 4.096 M2 dengan luas bangunan asrama 3.320,26 M2 dan berlantai dua dengan memiliki ijin membangun bangunan (IMB) yang lengkap.
Sementara itu penjabat Gubernur Papua Dr. Drs. Syamsul Arief Rivai, MS, mengatakan, baru melihat ada kabupaten yang didukung oleh DPRD dan rakyatnya membangun asrama yang representatif. “Peringatan hari pendidikan nasional ini bersamaan dengan berkat Tuhan yang jatuh di Mamberamo Raya. Yang mana pada hari ini diresmikan asrama mahasiswa yang representatif untuk mahasiswa Mamberamo Raya,” katanya.
Kata Rivai, UU Otsus pasal 56 memberikan landasan dan perhatian yang serius terhadap pembangunan pendidikan di Provinsi Papua. “Kita bersyukur karena pengelolaan asrama ini akan diserahkan ke gereja sehingga semua yang ada di asrama pasti memiliki jiwa religius yang tinggi,” paparnya.
Gubernur menegaskan, jika semua kepala daerah di Papua berpikir seperti Bupati Memberamo Raya, maka orang Papua pasti akan maju dengan cepat. (ren/fud)
|