Rabu, 19 Juni 2013
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Kamis, 03 Mei 2012 , 17:55:00

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Pendidikan saat menggelar aksi demo damai dalam rangka memperingati Hardiknas, Rabu (2/5).
Peringati Hardiknas, MSP3 Lakukan Long March
       JAYAPURA-Berbagai kegiatan mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2012 di Kota Jayapura, Rabu (2/5). Untuk tingkat Kota Jayapura, Hardiknas diperingati dengan menggelar upacara bendera yang dipimpin Wali Kota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM., di Lapangan Brimob Kotaraja.
       Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, Muhammad Nuh dalam sambutannya yang dibacakan wali kota mengatakan, peran pendidikan sangat besar dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan pada jati diri dan karakter bangsa.
   “Sejatinya kebudayaan memang tidak bisa dpisahkan dari pendidikan demikian pula sebaliknya keduanya ibarat dua sisi mata uang dimana yang satu memiliki makna dan nilai yang sama dan tidak bisa dipisahkan karena dalam proses pendidikan ada pemahaman nilia-nilai budaya menyertainya.,” paparnya.
   Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, Robert J Betaubum, SPd, MM., mengatakan, terkait dengan momentum Hardiknas pihaknya akan berupaya meningkatkan mutu dan kualitas SDM pendidikan melalui peningkatan mutu guru. “Bagi kami di Kota Jayapura mutu pendidian sudah harga mati,” tegasnya.
    Dikatakan, dari seluruh anggaran yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Kota, sekitar 60 persen dialokasikan untuk peningkatan SDM (non fisik) dan  selebihnya 40 persen untuk fisik. “Karena kalaupun gedung atau bangunannya  bagus tetapi kalau SDM-nya minim maka tidak akan berhasil maksimal,” jelasnya.
     Menurut Betaubun, terkait peningkatan mutu tersebut, program-program yang akan dilakukan antara lain perluasan pelatihan guru melalui pendidikan dan latihan, kursus-kursus serta peningkatan pendidikan guru dari D3 ke S1 atau ke S2 hingga sertifikasi guru.
    “Sejauh ini sertifikasi guru berjalan baik dan kami targetkan bahwa di tahun 2014 nanti proses sertivikasi guru telah selesai dan paling lambat tahun 2015 nanti. Saat ini sudah ada sekitar 1000 lebih yang telah disertifikasi dari sekitar 4000 guru di Kota Jayapura,” ungkapnya.
    Peringatan Hardiknas tingkat Kota Jayapura, kemarin juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada mantan kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, Dra. WW Kambuaya, MM., serta sejumlah guru yang telah memasuki masa pensiun. Selain itu, juga dilakukan penyerahan beasiswa kepada siswa/siswi.
    Upacara bendera dalam rangka Hardiknas juga dilaksanakan di  SD/SMP/SMA-SLB Kotaraja. “Upacara bendera ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan para siswa untuk menjadi petugas upacara, apakah sebagai penggerak bendera atau pemimpin upacara. Harusnya pagi ini yang menjadi pemimpin adalah siswa yang sebelumnya telah berlatih, tapi karena sakit sehingga terpaksa digantikan oleh guru,” ungkap Ke epala SD/SMP/SMA-LB Kotaraja, Kamino, S.Pd., MM.
      Sementara itu, Hardiknas juga diperingati oleh mahasiswa/mahasiswi yang tergabung dalam Mahasiswa Solidaritas Peduli Pendidikan Papua (MSP3) dengan menggelar aksi demo damai. Aksi demo yang diikuti puluhan mahasiswa/mahasiswi dari berbagai elemen organisasi mahasiswa seperti GMKI, HMI, PMKRI dan BEM Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura ini diwarnai dengan aksi long march dari kampus Uncen Waena hingga Abepura dan orasi.
     Koordinator Demo Thomas Syufi mengungkapkan, demo damai yang dilakukan pada peringatan Hari Pendidikan ini, merupakan bentuk ekspresi atau ungkapan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan di Papua, dimana dari tahun ke tahun biaya pendidikan semakin mahal, dan memberatkan papua.
  Bukti mahalnya biaya pendidikan ini menurut, banyak para mahasiswa harus berhenti dari kuliahnya atau DO, karena mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan biaya untuk menunjang pendidikannya.
  “Kami sangat prihatin, justru di era otonomo khusus, biaya  pendidikan semakin mahal. Kebijakan Otsus yang mengamanatkan 30 persen dana Otsus untuk pendidikan, tidak dijalankan dengan baik. Justru yang terjadi dari tahun ke tahun beban biaya pendidikan yang harus ditanggung mahasiswa maupun para siswa SMP dan SMA sangat tinggi,”pungkasnya. (ta/mud/cr-179/nat)
 
    JPNN.COM | Pendidikan Penting Untuk Bangun Peradaban Bangsa
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Pendidikan Penting Untuk Bangun Peradaban Bangsa"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other