Minggu, 26 Mei 2013
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Kamis, 03 Mei 2012 , 17:54:00

Kalapas: Pejabat Saya Juga Berkompeten

      JAYAPURA–Merasa ada ketidakadilan yang terjadi pada seorang residivis yang dipanggil Negro, pihak keluarga besar Negro berniat menemui Kalapas Abepura untuk meminta penjelasan soal status penahanan Negro. Pasalnya keluarga mempertanyakan pemindahan penahanan Negro dari Lapas Abepura ke Lapas Narkoba di Doyo Kabupaten Jayapura.
   “Tujuan kami untuk menemui Kalapas Abepura yaitu meminta penjelasan soal dipindahkannya Negro ke Lapas Doyo, sekaligus meminta agar tidak ada benturan fisik yang dilakukan petugas terhadap Negro. Namun kami kesulitan untuk menemui Kalapas,” ungkap Bety, kakak tertua Negro saat menyambangi Kantor Redaksi Cenderawasih Pos, Rabu (2/5).
Kepada Cenderawasih Pos, Bety menyampaikan alasan mengapa selama ini adiknya sering kabur dari tahanan maupun Lapas yaitu karena sering disiksa dan dianiaya oleh petugas. “Itu alasannya mengapa Negro sering lari. Secara prisikolog ia sampaikan ketimbang di dalam selalu dianiaya jadi ada ketakutan,” beber Bety didampingi beberapa keluarganya.
 Ia juga mempertanyakan mengapa Negro yang terakhir terlibat kasus  pencurian motor harus dilimpahkan ke LP Doyo. Bety mengaku bahwa Negro trauma apalagi dengan tekanan yang pernah disampaikan pimpinan Lapas Doyo yang mengatakan akan memindahkannya ke Nusakambangan. “Kami protes karena menurut Negro ia juga pernah masuk ruang selama 3 bulan padahal aturannya hanya 1 atau 2 minggu,” tambahnya.
 Sementara Kalapas Abepura Liberty Sitinjak  menjelaskan bahwa sepengetahuannya keluarga Negro hanya datang 3 kali namun saat itu banyak yang harus dikerjakan dan telah terjadwal sebelumnya. Kalapas Sitinjak mengatakan, apabila rencana untuk menemuinya sudah diagendakan sebelumnya, maka ia pasti akan menemui pihak keluarga.
    “Contoh waktu itu saya pulang kantor jam 7 malam mereka datang dan diberi tahu staf saya. Besoknya  saya tunggu tapi tidak datang. Mungkin mau mereka saya manusia setengah dewa. Saat mereka datang saya juga ada padahal pekerjaan saya ini banyak baik ke Kanwil, Polres atau BNN,” bebernya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, tadi malam.
 Sitinjak mengaku menyayangkan sikap keluarga Negro terlalu ngotot untuk bertemu dengannya. Padahal ia telah memberi mandat dan lisensi ke pejabat di bawahnya untuk menjawab pertanyaan sepanjang itu masih berkaitan dengan Lapas Abepura. “Pejabat saya itu resmi dan juga pakai SK dan itu sama dengan penjelasan Kalapas,” jelasnya.
    Mengenai pemindahan Negro, menurut Sitinjak, Negro merupakan pelarian dari Lapas Doyo dan belum menyelesaikan masa pidana pokoknya sehingga wajar dikembalikan ”Ia memang sempat 2 minggu masuk Lapas Abe karena pidana umum tapi di Lapas Doyo belum selesai sehingga kami kembalikan. Dan ketika masih 4 hari di Lapas Abepura ia kedapatan mengoperasikan HP,” tambahnya. (ade/nat)
 
    JPNN.COM | Cari Keadilan, Keluarga Negro Ngaku Sulit Ketemu Kalapas Abepura
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Cari Keadilan, Keluarga Negro Ngaku Sulit Ketemu Kalapas Abepura"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other