|
Kamis, 03 Mei 2012 , 17:54:00
Kalapas: Pejabat Saya Juga Berkompeten
JAYAPURA–Merasa ada ketidakadilan yang terjadi pada seorang residivis yang dipanggil Negro, pihak keluarga besar Negro berniat menemui Kalapas Abepura untuk meminta penjelasan soal status penahanan Negro. Pasalnya keluarga mempertanyakan pemindahan penahanan Negro dari Lapas Abepura ke Lapas Narkoba di Doyo Kabupaten Jayapura.
“Tujuan kami untuk menemui Kalapas Abepura yaitu meminta penjelasan soal dipindahkannya Negro ke Lapas Doyo, sekaligus meminta agar tidak ada benturan fisik yang dilakukan petugas terhadap Negro. Namun kami kesulitan untuk menemui Kalapas,” ungkap Bety, kakak tertua Negro saat menyambangi Kantor Redaksi Cenderawasih Pos, Rabu (2/5).
Kepada Cenderawasih Pos, Bety menyampaikan alasan mengapa selama ini adiknya sering kabur dari tahanan maupun Lapas yaitu karena sering disiksa dan dianiaya oleh petugas. “Itu alasannya mengapa Negro sering lari. Secara prisikolog ia sampaikan ketimbang di dalam selalu dianiaya jadi ada ketakutan,” beber Bety didampingi beberapa keluarganya.
Ia juga mempertanyakan mengapa Negro yang terakhir terlibat kasus pencurian motor harus dilimpahkan ke LP Doyo. Bety mengaku bahwa Negro trauma apalagi dengan tekanan yang pernah disampaikan pimpinan Lapas Doyo yang mengatakan akan memindahkannya ke Nusakambangan. “Kami protes karena menurut Negro ia juga pernah masuk ruang selama 3 bulan padahal aturannya hanya 1 atau 2 minggu,” tambahnya.
Sementara Kalapas Abepura Liberty Sitinjak menjelaskan bahwa sepengetahuannya keluarga Negro hanya datang 3 kali namun saat itu banyak yang harus dikerjakan dan telah terjadwal sebelumnya. Kalapas Sitinjak mengatakan, apabila rencana untuk menemuinya sudah diagendakan sebelumnya, maka ia pasti akan menemui pihak keluarga.
“Contoh waktu itu saya pulang kantor jam 7 malam mereka datang dan diberi tahu staf saya. Besoknya saya tunggu tapi tidak datang. Mungkin mau mereka saya manusia setengah dewa. Saat mereka datang saya juga ada padahal pekerjaan saya ini banyak baik ke Kanwil, Polres atau BNN,” bebernya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, tadi malam.
Sitinjak mengaku menyayangkan sikap keluarga Negro terlalu ngotot untuk bertemu dengannya. Padahal ia telah memberi mandat dan lisensi ke pejabat di bawahnya untuk menjawab pertanyaan sepanjang itu masih berkaitan dengan Lapas Abepura. “Pejabat saya itu resmi dan juga pakai SK dan itu sama dengan penjelasan Kalapas,” jelasnya.
Mengenai pemindahan Negro, menurut Sitinjak, Negro merupakan pelarian dari Lapas Doyo dan belum menyelesaikan masa pidana pokoknya sehingga wajar dikembalikan ”Ia memang sempat 2 minggu masuk Lapas Abe karena pidana umum tapi di Lapas Doyo belum selesai sehingga kami kembalikan. Dan ketika masih 4 hari di Lapas Abepura ia kedapatan mengoperasikan HP,” tambahnya. (ade/nat)
|