
0 Persib v Persipura 1
BANDUNG – Mutiara Hitam Persipura Jayapura akhirnya sukses menempel Sriwijaya setelah dalam laga tanpa penonton di Stadion Siliwangi Bandung kemarin membungkam Persib 1-0.
Kemenangan ini membuat poin Persipura dengan pemuncak klasemen Sriwijaya FC sama yakni 48 poin, Persipura hanya kalah selisih gol dari Wong Kito-julukan Sriwijaya FC.
Raihan 3 poin di kandang lawan ini tercipta lewat gol semata wayang Alberto Gonzalves yang berhasil mengeksekusi penalti di menit 55, dan bertahan sampai wasit Yandri meniup pluit babak kedua berakhir.
Sejak babak awal, Persipura sudah menggempur pertahanan Maung Bandung-julukan Persib Bandung, namun karena faktor hujan dan lapangan sedikit licin sehingga permainan sedikit kurang maksimal, sehingga beberapa umpan dan peluang belum berhasil dimanfaatkan dengan baik.
Laga tanpa bobotoh ini membuat permainan tuan rumah seperti kehabisan darah. Semangat Maman Abdurrahman ini terbentur oleh kokohnya benteng Persipura. Sampai turun minum babak pertama, kedudukan tetap imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, irama pemainan Persipura semakin meningkat, bahkan mampu mengontrol permainan dan terus menggempur lini pertahanan belakang anak-anak Robby Darwis. Alhasil, di menit 54 pemain belakang Persib Bandung, M Nasuha handball di area penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.
Beto, panggilan akrab Alberto Gonzalves menjadi penyelemat bagi Persipura dan berhasil mengeksekusi penalti lewat tendangan kerasnya di gawang Persib Bandung yang dijaga Cecep Supriatna.
Tertinggal satu gol, Robby Darwis menarik Hendra Ridwan di menit 57 untuk mengisi lini tengah, kemudian Jacksen F Tiago menarik Ian Louis Kabes menggantikan Choi Dong Soo untuk menambah tenaga baru.
Selanjutnya, Robby kembali menarik Toni Sucipto di menit 65 menggantikan Robby Gaspar untuk memperkuat lini belakang dan menarik M Nasuha menggantikan Budiawan di menit 80.
Di tengah Persipura sedang melakukan serangan, serangan balik Persib Bandung membuat Bio Pauline terpaksa diusir dari lapangan oleh wasit karena kartu kuning kedua yang diterimanya setelah menjatuhkan pemain Persib Bandung Noh Alamsah.
Bermain dengan sepuluh pemain, Persipura terus berusaha bertahan, dengan sesekali menyerang. Jacksen kemudian menarik Beto dan menggantikannya dengan Lukas Mandowen di menit 83. Selanjutnya Jacksen mengganti Imanuel Wanggai dengan Daniel Tata. Sampai pluit tanda babak kedua berakhir, kedudukan tetap 0-1 untuk kemenangan Persipura Jayapura.
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago mengakui sangat luar biasa puas dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya, karena sudah sesuai dengan apa yang direncanakan berjalan dengan baik.
Mengenai jalannya pertandingan, Jacksen tetap bersyukur karena tujuan akhir mendapatkan nilai tercapai dengan bagus, bahkan dua kali pertandingan di luar kandang tidak kebobolan. Kemudian lini pertahanan yang selama ini mendapat sorotan kini sudah mulai ada peningkatan.
”Ada poin positif dan ada poin negatif, namun pada umumnya saya bersyukur atas usaha pemain meskipun kondisi lapangan yang licin karena hujan, kemudian pertandingan tanpa penonton sehingga secara psikologis ada pengaruhnya,” katanya.
Tentang kartu merah Bio Pauline, Jacksen menilai perlu mengambil hikmat dari keputusan wasit tersebut dan dirinya tidak ingin banyak berbicara, sebab kartu kuning pertama sama sekali tidak mengenai pemain Persib Bandung. Sedangkan untuk kartu kuning kedua memang pantas, namun untuk kartu kuning pertama hal itu biasa terjadi, sebab kedua pemain duel di udara.
“Kita tidak mempersoalkan hasil keputusan wasit, namun sebagai pelatih kita mengalami kerugian besar, sebab ada pemain yang tidak bisa tampil padahal posisi Bio Pauline sangat inti untuk lini pertahanan,”ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung, Robby Darwis mengaku puas dengan hasil pertandingan di babak pertama, meski kehilangan konsentrasi di menit 20 babak pertama dan kalau pemain bersabar maka pastinya akan ada perubahan.
Selain itu, anak asuhnya kurang beruntung pasalnya gol penalti Beto membuat konsentrasi pemain semakin kurang.
Diakuinya, keluarnya Bio Pauline karena kartu merah sebenarnya menjadi peluang untuk kemenangan bahkan dengan melakukan skema ofensif dan menyisakan satu pemain belakang, namun sayangnya lini pertahanan belakang Persipura sangat kokoh sehingga sulit ditembus.
Bagi Persib, kekalahan ini kian menyulitkan mereka untuk bertahan di papan atas klasemen Indonesia Super League.
Sementara itu Ketua Panpel Persib Bandung, Ruri Bachtiar menjelaskan, dengan pertimbangan pihak kepolisian, maka pertandingan digelar tanpa disaksikan penonton. Sebab dikhawatirkan terjadi keributan apalagi kalau sampai Persib Bandung kalah melawan Persipura.
“Jadi pihak kepolisian menganggap pertandingan ini partai bigmach ditambah lagi informasi akan ada demo besar-besaran buruh sehingga diperkirakan seluruh buruh di Jawa Barat sudah turun ke Bandung,” katanya ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Selain itu, pihak kepolisian juga melihat dua pertandingan sebelumnya dimana penonton membludak sehingga melebihi kapasitas maka pada pertandingan melawan Persipura diperkirakan akan lebih membludak lagi sehingga berpotensi keributan apalagi kalau Persib Bandung kalah.
Bukan hanya itu, karena dalam sehari ada dua even di Bandung yaitu konser musik SLANK kemudian pertandingan sehingga laga Persib melawan Persipura akhirnya di majukan lebih awal.
”Kepolisian menilai dengan kapasitas stadion yang tidak mencukupi maka diambil keputusan untuk pertandingan tanpa ada penonton,” ucapnya. (nal/wen/fud)