Rabu, 23 April 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Jum'at, 16 Maret 2012 , 17:13:00

JAYAPURA – Aksi demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
yang dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa (FIM), Rabu (14/3) ke Kantor DPRP ditanggapi serius Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah, Lukas Enembe, SIP, MH. Ia menganggap demo tersebut sangat terlambat.
 Lukas Enembe pihaknya justru mempertanyakan kenapa baru sekarang para mahasiswa di Papua mempunyai inisiatif dengan melakukan aksi demo penolakan harga BBM setelah pemerintah pusat berencana menaikkan harga BBM. Padahal, kata Enembe, harga BBM di daerah pegunungan tengah Papua sejak 10 tahun belakangan sudah mencapai Rp 35-50 ribu/liternya tapi kenapa para mahasiswa sama sekali tidak pernah melakukan aksi demo penolakan harga tersebut.
 Menurutnya, sebagai mahasiswa harusnya lebih jeli dan peka melihat persoalan-persoalan di Papua khususnya harga BBM di daerah pegunungan dan tidak hanya ikut-ikut melakukan aksi demo. ”Ya, saya hanya mau katakan bahwa sangat disayangkan sebagai mahasiswa hanya ikut-ikutan melakukan aksi demo penolakan harga BBM dengan mahasiswa yang ada di daerah Jawa tapi tidak melihat daerahnya sendiri. Kami di Kabupaten Puncak Jaya dengan harga BBM per liternya Rp 35 ribu bahkan terkadang
mencapai Rp 50 ribu tidak pernah ada yang mau demo menolaknya,” ungkapnya, Kamis malam kemarin.
  Ditambahkannya, dengan rencana kenaikan harga BBM secara nasional memang mau tidak mau harus diterima karena bagi Puncak Jaya sudah dianggap biasa sebab sejak dulu harga BBM di Puncak Jaya sangat mahal. Artinya, kenaikan harga BBM tersebut adalah kebijakan pemerintah pusat dalam rangka menyelamatkan ekonomi nasional sehingga kalau sampai pemerintah pusat tidak berbuat sesuatu menyikapi persoalan ini akan berdampak ke depannya khususnya ekonomi Indonesia.
 Dengan demikian, apapun kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat khususnya terkait kenaikan harga BBM secara nasional maka untuk Kabupaten Puncak Jaya dan kabupaten lainnya yang ada di pegunungan tengah Papua menganggapnya biasa. ”Jadi kalaupun sampai pemerintah pusat kembali menaikkan harga BBM secara nasional maka untuk daerah di pegunungan sudah biasa karena memang sejak dulu sudah mahal harganya,” imbuhnya. (nal/fud)
 
    JPNN.COM | Enembe : Kenaikan Harga BBM Kami Anggap Biasa
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Enembe : Kenaikan Harga BBM Kami Anggap Biasa"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other