Jum'at, 24 Mei 2013
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Selasa, 06 Maret 2012 , 09:29:00

JAYAPURA-Meski harga gabah kering ditingkat petani sudah mengalami kenaikan, namun belum memicu terjadinya kenaikan harga beras premium atau beras antar pulau yang ada di Kota Jayapura.
 Manager CV Maju Makmur, Frengky Tenrani mengakui bahwa sampai saat ini harga beras premium relatif stabil. “Harga beras yang kami datangkan memang masih stabil,” kata Frengky kepada Cenderawasih Pos, kemarin.
 Bahkan, kata Frengky, beras terakhir yang didatangkan yang saat ini tengah dalam perjalanan menuju ke Jayapura, trendnya cenderung mengalami penurunan. Jika memang ada kenaikan harga gabah kering di tingkat petani, kata Frengky, biasanya akan ada perubahan dalam 2 – 3 bulan ke depan untuk di Papua.
 CV Maju Makmur merupakan distributor beberapa merek beras premium diantaranya Putri Thailand, Lonceng dan Jeruk Nipis. Untuk beras Putri Thailand untuk ukuran 25 kg dijual Rp 263.000, beras Lonceng ukuran 20 kg dijual Rp 189 ribu dan beras Jeruk Nipis ukuran 25 kg dijual Rp 249.000.
 Lebih lanjut, Frengky mengatakan bahwa terkait rencana kenaikan BBM oleh pemerintah, sejauh ini belum berpengaruh terhadap kenaikan harga beras premium tersebut. “Memang saat ini cenderung turun pada saat pengambilan terakhir, namun jika ada kenaikan BBM tentu saja akan berdampak,” jelasnya.
 Saat ini, imbuh Frengky, CV Maju Makmur memiliki stok beras premium sebanyak 300 ton, yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan dalam 1 bulan ke depan, namun pihaknya tentu saja terus berupaya menjaga ketersediaan stok beras premium tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendatangkan beras premium sebanyak 240 ton.
  Sementara itu, Opick, karyawan Toko Karya Rahmat Pasar Sentral Hamadi mengakui bahwa sejauh ini harga beras premium masih relatif stabil. “Belum ada kenaikan lagi, terkait adanya isu kenaikan harga BBM tersebut,” kata Opick.
 Opick menambahkan bahwa untuk beras Lahab 20 kg dijual tetap Rp 190 ribu, beras Betet 25 kg dijual Rp 260 ribu dan beras 69 ukuran 25 kg dijual Rp 250 ribu, sedangkan Beras Mentari 25 kg dijual Rp 255 ribu.
 Sebelumnya, dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua di Kantor Bank Indonesia Jayapura beberapa hari lalu, diketahui bahwa beras antar pulau per posisi 27 Februari 2012 tercatat sebanyak 3.432 ton dan rencananya akan masuk lagi sebanyak 2.057 ton.(bat/ary)
 
 
    JPNN.COM | Harga Beras Premium Relatif Stabil
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Harga Beras Premium Relatif Stabil"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other