Minggu, 21 Desember 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Jum'at, 13 Mei 2011 , 12:51:00

Sejak Kecil Bercita-cita Jadi Pilot, Selalu Berikan Motivasi terhadap Keluarga
Meninggalnya Kopilot Merpati MA-60, Paul Nap yang merupakan putra Papua menyisakan kedukaan yang mendalam bagi keluarga dan sahabat. Seperti apa sosok almarhum di mata mereka?
LAPORAN: MUSLIMIN-WAMENA
 Kain hitam dan puluhan karangan bungan bertuliskan turut berduka cita terlihat jelas di salah satu rumah di Jalan Yos Sudarso Wamena, Kamis (12/5). Rumah tersebut adalah rumah duka tempat jenazah Paul Nap kopilot Merpati MA-60 yang jatuh di laut Kaimana 7 Mei lalu.
 Sejak pagi rumah tersebut dipadati pelayat baik dari keluarga, kerabat maupun sahabat almarhum. Kursi warna merah yang sengaja disiapkan dipenuhi oleh pelayat yang sengaja datang untuk menghadiri ibadah dan penghormatan terakhir kepada almarhum. Sekitar pukul 10.00 WIT dilakukan ibadah di rumah duka diawali dengan pujian bersama, persembahan pujian dari keluarga, doa pembukaan dipimpin Pdt Elly Haluk S.Th, sedangkan pelayanan firman Tuhan oleh Ev Neser Pita S.Th.
 Seusai ibadah dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup almarhum, sambutan mewakili keluarga, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Jayawijaya Gaad Piranid Tabuni dan
penghormatan terakhir kepada almarhum. Saat penghormatan terakhir terhadap almarhum suara tangisan pun terdengar baik dari keluarga almarhum maupun dari kerabat dan sahabat.
 Seusai penghormatan terakhir, jenazah almarhum Paul Nap yang menjadi Kopilot MA-60 sejak 11 Februari 2011 ini dinaikkan ke mobil jenazah yang selanjutnya di antar ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sinakma Wamena. Sebelum peti jenazah diturunkan ke liang lahat, dilakukan ibadah dengan pujian bersama, doa syukur, pembacaan firman Tuhan, pujian bersama, pengakuan iman rasul. Selanjutnya peti jenazah diturunkan ke liang lahat, doa pentahbisan, penaburan bunga, penutupan liang lahat dan peletakan karangan bunga yang diiringi dengan pujian bersama. Di TPU terlihat istri almarhum Asmalia membawa foto almarhum, orang tua almarhum dan keluarga.
 Di mata keluarga dan sahabat, kepergian almarhum Paul Nap yang meninggalkan 1 istri dan 3 putra ini, masyarakat Papua sangat kehilangan karena almarhum adalah salah seorang putra terbaik Papua yang berprofesi dalam dunia penerbangan.
 Salah seorang sahabat almarhum, Costan A Ansanay yang saat ini menjabat sebagai asisten perdata dan tata usaha negara Kejati Papua sengaja datang dari Jayapura untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum.
 "Saya baru tiba dari Jayapura dan hari ini kembali ke Jayapura, saya datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum," kata Ansanay yang ditemui Cenderawasih Pos di rumah duka, kemarin.
Bagi Ansanay, almarhum adalah putra terbaik Papua yang jejaknya perlu diikuti oleh generasi muda saat ini.
"2001 lalu saya dan almarhum bekerja sebagai Panwas Pilkada Gubernur, waktu itu almarhum ketua Panwas Kabupaten Jayawijaya, kesan yang paling mendalam bagi saya, almarhum komitmen dalam melaksanakan
tugas," kenangnya.
"Waktu di Panwas, almarhum sering cerita tentang karirnya sebagai pilot, dimana saat kuliah almarhum kesulitan biaya, setelah pilgub selesai kami mengajukan proposal ke pemerintah provinsi untuk permintaan bantuan bantuan," sambungnya.
 Selain komitmen melaksanakan tugas, kata Ansanay, almarhum adalah sosok yang rendah hati dan menghargai orang dalam pergaulan. "Kami sangat kehilangan, saya berharap dengan kepergian almarhum, akan muncul
pilot-pilot anak-anak Papua," pungkasnya.
 Kesedihan karena kehilangan sangat dirasakan oleh Zakarias Nap bapak almarhum. Kepada Cenderawasih Pos, Zakarias Nap mengungkapkan, dari 7 bersaudara almarhum adalah sosok yang sangat berarti dalam keluarga.
"Meski dia (almarhum red) anak ke 4 dari 7 bersaudara, tetapi almarhum selalu memberikan motivasi di dalam keluarga untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi hidup," ujarnya.
 Semasa kecil kata Zakarias Nap, almarhum sudah bercita-cita menjadi seorang pilot. "Awalnya memang dia (almarhum) punya cita-cita menjadi pilot, saya bilang mau ambil uang dari mana, gaji guru tidak cukup untuk membiayai karena sekolah pilot itu mahal. Akan tetapi dengan melihat keinginannya saya berusaha semampunya sehingga akhirnya cita-citanya tersebut bisa terwujud," imbuhnya.
 Ditanya firasat atas kepergian almarhum? Zakarias Nap mengungkapkan, jika dirinya tidak mendapat firasat. "Terakhir ketemu Selasa (3/5), dia (almarhum) tidak sempat bicara banyak, karena dia bilang akan kembali lagi, namun kenyataannya tidak seperti yang diinginkan, dia telah dipanggil Tuhan," tuturnya.
"Kami berharap agar pihak Merpati dapat memberi perhatian kepada istri dan anak-anak almarhum, karena almarhum meninggal saat melaksanakan tugas," pintanya.  (***)


Data Pribadi

Nama Lengkap    : Paul Nap
TTL                     : Mapenduma, 9 Sepertember 1974
NRP                     : 11101  Golongan :II/07
Tgl Masuk               : 26 November 2007
Kesatuan                : Fligth Operation Div

Nama Ayah               : Zakarias Nap
Nama Ibu                : Esther Mofu

Istri                   : Asmalia
Anak                 : 1.Ferry Reynaldo Darmawan Nap
                           2. Richard Christian Adrian Nap
                           3. Josua Gilberth Rehabiyam Nap

Riwayat Pendidikan:
Pendidikan Formal       :
- SD Negeri Wamena (1998)
- SMP Negeri Wamena (1991)
- SMT Penerbangan Solo (1994)
- Akademik Aeronautika dan Dirgantara Bandung (1998)
- Alfa Flaying School Halim Perdana Kusuma (2008)

Riwayat Pekerjaan:
- Ikatan Dinas Penerbang  ( 26 November 2007)
- Kopilot MA-60           ( 11 Februari 2011)
- Pegawai Tetap Merpati   (1 April 2011)
 
    JPNN.COM | Sosok Almarhum Kopilot Merpati MA-60, Paul Nap di Mata Keluarga dan Sahabat
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Sosok Almarhum Kopilot Merpati MA-60, Paul Nap di Mata Keluarga dan Sahabat"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Tantangan Baru dari Empat Ruas Itu
Oleh Dahlan Iskan Menteri BUMN  TIGA jam sebelum mendarat di New York Sabtu malam WIB, saya ...
Other