Sabtu, 19 April 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Minggu, 15 Januari 2012 , 18:10:00

MERAUKE- Hari ini, Sabtu  (14/1),  penahanan mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel John Tanety di LP Klas II Merauke terkait tindak pidana dugaan korupsi sejak 15 Desember lalu akan berakhir alias bebas.  Pasalnya, perpanjangan penahanan dari Pengadilan Tinggi Tipikor belum diterima pihak LP Klas IIB Merauke.
  ‘’Jadi penahanannya sampai hari ini (Jumat). Karena sesuai surat yang kami terima dari Kejaksaan Negeri Merauke, penahanan yang bersangkutan selama 30 hari mulai 15 Desember sampai 13 Januari yang dititipkan di LP Merauke. Kita sudah memberikan surat pemberitahuan  ke Pengadilan Tinggi Tipikor Jayapura beberapa hari lalu, tapi sampai sekarang belum ada surat perpanjangan penahanan tersebut,” jelas Kalapas Merauke Aris Munandar didampingi kasubsi Register Simon Kadir ketika ditemui Cenderawasih Pos, Kamis (kemarin.
 Dikatakan, pihaknya tidak punya hak dan wewenang untuk  terus menahannya tanpa dasar hukum. Jadi demi hukum, jika surat  perpanjangan tersebut tidak ada, maka yang bersangkutan  kita keluarkan Sabtu (14/1) besok,’’ kata Kalapas Merauke Aris Munandar.
  Secara terpisah, Kajari Merauke Edhi Nursapto, SH, yang ditemui Cenderawasih Pos mengungkapkan, penahanan terdakwa tersebut sudah menjadi kewenangan Pengadilan Tinggi Tipikor Jayapura. ‘’Kalau masa penahanannya berakhir, pemberitahuannya dilakukan oleh Pihak Lapas Merauke ke  Pengadilan Tinggi Tipikor karena itu sudah menjadi kewenangan dari Pengadilan Tinggi Tipikor. Kami hanya mendapat tembusan dari surat pemberitahuan tersebut,’’ katanya.   
  Sekadar diketahui, pada tingkat Pengadilan  Negeri Merauke terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi atas pengadaan proyek penggadaan kapal tongkang dan alat-alat bor fiktif  yang bersumber dari APBD Kabupaten Boven Digoel tahun 2007.
  Karena  dinyatakan terbukti itu, oleh Majelis Hakim PN Merauke menjatuhkan vonis selama 2 tahun kepada terdakwa, denda Rp 200 juta subsider  4 bulan kurungan. Selain vonis tersebut, terdakwa juga  harus membayar uang pengganti sebesar Rp 1,225  miliar yang ditanggung secara bersama dengan terdakwa Sudirman (rekanan dari proyek tersebut). Namun atas putusan tingkat pertama tersebut, terdakwa menyatakan banding termasuk  terdakwa Sudirman yang divonis selama 4 tahun penjara, lebih berat dari terdakwa Johanes Tanety.  Dengan banding itu, Majelis Pengadilan Tinggi Tipikor Jayapura memerintahkan JPU untuk melakukan penahanan terdakwa di rumah tahanan Negara selama 30 hari. (ulo)
 
    JPNN.COM | Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Kadinas Perhubungan Dibebaskan
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Kadinas Perhubungan Dibebaskan"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other