Rabu, 22 Oktober 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Rabu, 03 Agustus 2011 , 14:02:00

Ribuan Massa KNPB yang menggelar aksi unjuk rasa di Lingkaran Abe, Selasa (2/8)
 Ribuan Massa  Batal ke DPRP, Orasi di Lingkaran Abe 
JAYAPURA – Aksi demo secara besar-besaran yang dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Selasa (2/8) kemarin di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat termasuk Kota Jayapura dalam rangka mendukung pelaksanaan Konferensi International Lawyers For West Papua (ILWP) di London, Inggris berlangsung aman dan tertib.
 Meskipun ada isu yang dilontarkan oleh orang yang tak bertanggungjawab kepada masyarakat melalui pesan singat (SMS) tentang himbauan supaya tidak keluar rumah karena akan terjadi kerusuhan ternyata hanya isu belaka.
 Ribuan massa yang sebelumnya berencana melakukan orasi dan long march ke DPRP terpaksa dibatalkan mengingat waktu yang sangat terbatas.
 Pantauan Cenderawasih Pos dilapangan, awalnya ratusan massa KNPB sekitar pukul 09.00 WIT sudah berkumpul di Expo Waena, Disrik Heram sambil menggelar orasi singkat kemudian menunggu massa dari Makam Theys H Eluay di Sentani, Kabupaten Jayapura untuk bergabung.
 Selanjutnya sekitar pukul 14.10 WIT setelah menunggu lama sebanyak 30 truk massa KNPB ditambah puluhan kendaraan roda dua akhirnya berkumpul dengan massa yang di Expo Waena kemudian berjalan menuju Abepura.
 ”Titik alternatif berkumpul yaitu di Lapangan Sepakbola Trikora atau Lingkaran Abepura. Sedangkan untuk menuju DPRP di Kota Jayapura kemungkinan kami tidak kesana karena melihat waktu yang sangat sedikit sehingga kemungkinan kami berorasi di Lingkaran Abepura saja,”ungkap Ketua KNPB, Mako Tabuni kepada sejumlah wartawan.
 Setelah akhirnya massa dari Sentani berkumpul di Expo Waena kemudian ribuan massa KNPB berjalan menuju Abepura dengan pengawalan ketat aparat keamanan dalam hal ini kepolisian dan berakhir di pertigaan lampu merah Abepura tepatnya didepan Kantor Pos Abepura.
 Ribuan massa akhirnya berorasi di pertigaan lampu merah tersebut sehingga melumpuhkan arus lalu lintas baik dari arah Waena menuju Kotaraja maupun sebaliknya. Semua pertokoan di jalur Waena-Abepura memilih menutup usahanya karena mengantisipasi terjadinya kerusuhan.
 Meskipun dengan waktu singkat karena informasi yang berhasil dihimpun Cenderawasih Pos bahwa batas aksi demo KNPB yang diberikan kepolisian sampai kepada pukul 17.00 WIT namun massa tetap melakukan orasinya.
Orasi dilakukan diatas mobil Pic Up dan diikuti dengan tertib dan tenang oleh ribuan massa. Beberapa pernyataan disampaikan pemimpin demo. Ribuan massa mendengar orasi sambil duduk dengan tertib di jalan raya.
 Ketua KNPB, Mako Tabuni mengatakan, aksi demo damai ini menunjukkan bahwa rakyat Papua Barat ingin menunjukkan pada dunia maupun Indonesia kalau rakyat Papua ingin menentukan nasibnya sendiri dengan mekanisme hukum yang sah dan legal. ”Ini pembuktian pada dunia dan Indonesia bahwa kami rakyat Papua Barat ingin menentukan nasib kami sendiri,”katanya.
  Pembawa orasi menyampaikan kepada semua rakyat Papua diserukan untuk tenang dan tidak terpancing dengan isu dan rekayasa-rekayasa situasi yang sengaja diciptakan untuk melemahkan perjuangan, mendeskriditkan usaha-usaha damai yang sendang dikerjakan, dan upaya-upaya untuk mengkondisikan situasi, seolah-olah Papua tidak aman atau orang Papua tidak cinta damai.
  Disela-sela orasi dilakukan komunikasi langsung dengan beberapa tokoh Papua di luar negeri, seperti komunikasi via Telepon dengan Jacob Rumbiak. Mendegar sambungan langsung via telepon melaui pengeras suara, disambut antusias dan tepukan tangan dari ribuan pendemo.
Aksi demo damai itu juga diwarnai dengan pemberian tanda tangan oleh massa yang hadir pada sebuah kain putih sepanjang 30 meter. Kain yang diujungnya tertulis Media Nasioanal itu pertama-tama di tanda tangani oleh pelaku sejarah, tokoh Pepera, kemudian diikuti ratusan massa lainnya. Semua proses berlangsung dengan tertib.
 Setelah menggelar aksi demo damai akhirnya sekitar pukul 17.30 WIT, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib kemudian arus kendaraan kembali normal dan toko-toko milik warga kembali normal.
 Sementara massa juga memadati taman imbi. Ratusan orang melakukan orasi  selama tiga jam sebab para pendemo segera merapatkan barisan bersama rekan-rekannya di daerah ekspo Waena, Distrik Heram.
 Situasi di jantung kota Jayapura ini juga tak beda jauh dengan di Abe dan Waena, Kota Jayapura tak seperti biasanya, tak banyak masyarakat yang melakukan aktivitas.
 Konsentrasi massa juga terjadi di Entrop, namun massa yang berkumpul itu dari kolompok Gerakan Merah Putih (GMP). Isu yang dihembus oleh kelompok GMP adalah pemberantasan korupsi. Dalam aksinya massa membawa bendera merah putih
 Dalam orasinya  bahwa hari ini korupsi telah merasuk dan menjelma dan mulai menampakan dirinya dengan menjadi budaya.
 Yang mana korupsi merupakan salah satu penyakit yang memaksa negara menjani negara miskin, tak bisa bermimpi. “Sebab kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan pengangguran semakin merajal lela, akibat korupsi merajalela,” tutur Yusak.
 “Mari kita semua yang ada di lapangan ini, yang terutama dari kalangan muda-mudi. Hari ini kita membuka mata untuk memusnahkan dan memberantas korupsi. Jangan akibat korupsi semua mimpi dan keberhasilan negara kita dalam kejayaannya,’ ucapnya dengan keras.
 Yusak menegaskan bahwa, mengapa kita harus hidup dalam kemiskinan, kebodohan dan juga kelaparan kita alami.
 Sementara hasil dari darat dan laut dinegara kita sangat banyak. Tanah kita subur, hasil tambang banyak, dare dalam laut sungguh luar biasa penghasilannya,” Tapi semua ini tak dirasakan, jadi mari kita bersama-sama memberantasnya,” ajakannya.
Koordinator Umum Pepera dan juga sebagai Angkatan Muda Bernafaskan Harapan (AMANAH), Habelino Seradora Sawaky saat ditemui wartawan setelah pembacaan deklarasi PEPERA yang menolak hasil KPP dan siap melawan korupsi di Tanah Papua, Selasa (2/8).
 “Jadi menurut kami bahwa KPP ini merupakan sebuah atau semacam trik yang dilakukan oleh para elite pemimpin kami yang sengaja menghindari aksi-aksi demonstrasi yang mengecam aksi tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat atau pemimpin di Tanah Papua, tapi kita sadar dan tahu seberapa besar atau seberapa jauh efek yang ditimbulkannya oleh korupsi ini untuk tidak membiarkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan korupsi yang begitu menyengsarakan rakyat Papua,” katanya.
 “Yang kami lakukan baik dari mahasiswa dan rakyat ini adalah sebagai gerakan moral, jadi korupsi ini dilakukan bukan karena ada niat tapi karena ada kesempatan untuk melakukan korupsi tersebut yang dimana sistemnya dan pengawasannya yang sangat lemah atau dari para aparat penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan maupun KPK yang belum berani untuk masuk di Tanah Papua guna mengungkap kasus-kasus korupsi yang terjadi selama ini di Tanah Papua yang belum terungkap,” ujarnya.
 Habelino Seradora Sawaky dalam deklarasinya menyatakan pihaknya mengutuk tindakan korupsi yang dilakukan oleh para elite politik yang dimana para elite politik ini tidak mempunyai hati dan kasih untuk membangun rakyat dan korupsi yang dilakukan para elite politik ini merupakan bentuk keserakahan para elite politik serta harus ada revolusi kepemimpinan, jadi generasi muda harus merebut tampuk kepemimpinan supaya ruang gerak generasi muda untuk bertumbuh menjadi ada.
 “Keserakahan para elite politik hari ini, sama dengan tidak memberi ruang kaderisasi dan regenerasi bagi kalangan pemuda. Rakyat mau pemimpin yang punya hati dan mengasihi rakyatnya seperti Tuhan yang mengasihi ummatnya sebab damai dibutuhkan oleh setiap ummat manusia supaya manusi ini bebas berkomunikasi dengan siapa saja baik dengan Tuhan, sesama umat manusia maupun alamnya,” ujarnya.
Pantauan koran ini, dalam aksi atau kegiatan ini beberapa orang membawa spanduk yang bertuliskan korupsi yang dilakukan oleh para pejabat Papua, Jangan isu Papua merdeka atau referendum mengalihkan kasus-kasus korupsi yang dibuat oleh para pejabat-pejabat Papua, dan koruptor busuk jangan berlindung dibalik konferensi, kitorang (kami) sudah tau siapa kamu seabenarnya dan pastinya Tuhan akan mengutuk kamu. (nal/ro/fan/wen)
 
    JPNN.COM | Demo KNPB, Damai
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Demo KNPB, Damai"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Tantangan Baru dari Empat Ruas Itu
Oleh Dahlan Iskan Menteri BUMN  TIGA jam sebelum mendarat di New York Sabtu malam WIB, saya ...
Other