SENTANI-Program penelusuran pengembangan putra putri asli Papua (P5) angkatan yang menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura untuk mengembangkan potensi putra asli Papua di Kabupaten Jayapura, kembali berhasil meloloskan satu calon taruna di Akademi Militer (AKMIL) Angkatan Darat.
Koordinator Program P5 Kabupaten Jayapura Drs.Michael Wutoy mengungkapkan, dengan lolosnya satu lagi anak asli Kabupaten Jayapura bernama Habel Klembiab yang merupakan warga Doyo Baru menjadi calon taruna Akmil, sehingga sejak program P5 digulirkan, sudah ada tiga putra asli Kabupaten Jayapura lulus menjadi taruna AKMIL dan 1 Kadet di AAL (Akademi Angkatan Laut).
“Informasi yang kami terima mulai 1 Agustus dia sudah mulai masuk ke Akmil di Magelang untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Saya pikir dengan lulusnya satu lagi anak asli Kabupaten Jayapura ini ke depan Papua telah memiliki generasi yang akan menjadi calon-calon pemimpin TNI masa depan,”ujar Michael Wutoy kepada Cenderawasih Pos, pekan kemarin.
Menurut Michael yang juga Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten ini, lolosnya satu lagi calon taruna Akmil ini, merupakan hasil kerjasama antara Kodam XVII/Cenderawasih melalui Yonif 751/BS yang telah sungguh-sungguh membimbing dan membina putra Papua untuk bisa lolos menjadi taruna Akmil.
Sebab, hampir setiap tahunnya dari hasil kerjasama antara Pemkab Jayapura dan Yonif 751/BS kata Michael, Yonif 751/BS berhasil melakukan pembinaan secara maksimal, hal itu terbukti dari hasil seleksi penerimaan taruna di tingkat nasional atau pusat, perwakilan dari Kabupaten Jayapura yang dibina melalui program P5 berhasil lulus.
“Kami atas nama Pamkab Jayapura memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Yonif 751/BS yang telah memberikan perhatian atau keperpihakan yang sangat tinggi kepada putra asli Papua sehingga lewat pembinaan dan bimbingannya berhasil meluluskan satu lagi calon taruna Akmil,”tandasnya.
Ia menambahkan, sukses membina anak-anak P5 ini sebagai bukti bahwa Yonif 751/BS telah mengimplementasikan kebijakan Otsus yang salah satu rohnya adalah keperpihakan terhadap orang asli Papua lewat pembinaan P5 angkatan.
Disinggung hasil seleksi penerimaan Karbol Angkatan Udara menurut Michael, dari tiga orang yang dikirim Lanud Jayapura untuk mengikuti seleksi di tingkat pusat, tidak satupun yang berhasil, dan ini merupakan kegagalan yang kedua kalinya sejak dilaksanakan kerjasama dengan Lanud Jayapura. (mud/tri)