Selasa, 21 Oktober 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Senin, 04 Juli 2011 , 08:31:00

SENTANI- Keberhasilan Kampung Babrongko Distrik Ebungfauw Kabupaten Jayapura, yang telah tercatat dalam Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) pada pelaksaaan pembukaan Festival Danau Sentani (FDS) IV baru-baru ini, nampaknya terus menjadi perhatian dari MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jayapura, yang berniat menjadikan kampung tersebut sebagai kampung binaannya.
  “Kami dari MPC Pemuda Pancasila akan mendorong pengembangan seni ukur dan pahat di Kampung Babrongko,”ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jayapura Budi Projonegoro Yokhu, S.STP dalam releasenya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (3/7).
   Menurut Budi, MPC Pemuda Pancasila yang beberapa waktu lalu menjadi pelaksanaan pemecahan tiga rekor tifa yang telah dicatat dalam rekor MURI ini, mengaku banyak melihat potensi di Kampung tersebut yang layak dikembangkan.
   Diakui bahwa selama ini, Kampung Babrongko  belum dikenal oleh masyarakat luas mengenai keberadaan kampung tersebut yang memiliki luas wilayah kurang lebih 3200 M2 dan jumlah penduduk 146 KK dan jumlah Jiwa 948 Jiwa, dan aktifitas warga sehari-harinya sebagai nelayan dan petani.
  Ada sesuatu yang sangat menarik ketika MPC Pemuda Pancasila mengadakan lomba kampung penghasil Tifa terbanyak yang mendapat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ternyata ada potensi kampung yang besar dimiliki oleh kampung tersebut, namun tidak dikelola dengan baik sehingga potensi tersebut tidak terangkat ke permukaan menjadi ciri khas keunikan dan keunggulan kampung tersebut dari pada kampung-kampung lainnya di Kabupaten Jayapura.   
   Dengan adanya kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung masyarakat umum telah mengenal Kampung Babrongko sebagai salah satu kampung di Kabupaten Jayapura yang menghasilkan Tifa.
   Namun ternyata di kampung tersebut memiliki begitu banyak para pengrajin seni ukir dan pahat sebanyak 72 orang dengan jumlah tersebut merupakan suatu modal utama bagi pengembangan usaha kerajinan di tanah Papua khususnya di Kabupaten Jayapura.
   Ketika Pemerintah Kabupaten Jayapura  membuat kebijakan Festival Danau Sentani maka telah menciptakan pasar yang sangat potensial namun belum dilihat oleh kalangan dunia usaha, seni dan masyarakat umum. Oleh karena itu, sebagai pilar pemuda yang setia mendukung kebijakan tersebut, Pemuda Pancasila siap mendorong pengembangan usaha seni ukir dan pahat di kabupaten Jayapura, khususnya di Kampung Babrongko.
   “Sebab, Kampung Babrongko masyarakatnya sangat responsif dan partisipatif ini sangat terbukti ketika kurang lebih 50-an para pengrajin mempertunjukkan kebolehan mereka dalam membuat Tifa selama 5 (Lima) hari penyelenggaraan Festival Danau Sentani dari tanggal 19 s/d 23 Juni 2011.”tuturnya.
   Dengan potensi yang dimiliki oleh Kampung Babrongko Distrik Ebungfauw, maka Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jayapura Budi Projonegoro Yokhu, S.STP mengusulkan kepada Pemerintah Kampung Babrongko untuk menetapkan Kampung tersebut sebagai kampung binaan Pemuda Pancasila di Kabupaten Jayapura
   Hal tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kampung Babrongko Orgenes Wally, dimana masyarakat Babrongko sangat berterima kasih dan membuka diri kepada semua organisasi yang berniat menopang dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  “Surat usulan sesuai saran dari Ketua Pemuda Pancasila, agar terlebih dahulu dibahas dalam sidang Bamuskam untuk mendapat persetujuan dari kelembagaan pada tingkat kampung, sebab hal ini sangat berdampak pada program dan kegiatan dan perencanaan pembangunan pada tingkat kampung”ungkapnya.   
   Untuk itu,  Rabu (6/7) lusa, pihak pemerintah kampung Babrongko, Bamuskam, ondofolo, pengrajin seni ukir dan pahat serta masyarakat akan membahas ini guna mendapat persetujuan. “Kami memilih kampung Babrongko karena ada beberapa indikator yang kami gunakan dalam menilai apakah kampung tersebut layak dijadikan kampung binaan Pemuda Pancasila, ternyata dari indikator tersebut sangat memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai kampung binaan kami”ungkap Budi Yokhu.
   Indikator tersebut diantaranya tingkat partisipasi masyarakat, komitmen pemerintahan kampung, potensi alam, jumlah SDM yang ada di kampung khususnya jumlah para pengrajin dan beberapa indikator lain sehingga kami menganggap layak ditetapkan sebagai kampung binaan kami.
   Ketika proses penggalian potensi yang ada di Kampung Babrongko ternyata kampung tersebut tidak hanya membuat Tifa tetapi kampung tersebut juga mampu memproduksi benda-benda seni kerajinan namun selama ini diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas. “Dengan adanya pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi benda seni ukir dan pahat yang ada di kampung Babrongko, kami berharap pada tahun 2015 kampung ini dapat memproduksi dalam jumlah yang sangat banyak”pungkasnya. (tri)


 
    JPNN.COM | Seni Ukir dan Pahat Kampung Babrongko Dikembangkan
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Seni Ukir dan Pahat Kampung Babrongko Dikembangkan"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Tantangan Baru dari Empat Ruas Itu
Oleh Dahlan Iskan Menteri BUMN  TIGA jam sebelum mendarat di New York Sabtu malam WIB, saya ...
Other