Jum'at, 25 April 2014
SKH Cenderawasih Pos - Bagian iklan dan Pemasaran 0967-537655 - email Iklan - Iklancepos@yahoo.com - email redaksi - redaksi@cenderawasihpos.com - cepos_jpr@yahoo.com
 
   
Sabtu, 04 Juni 2011 , 06:41:00

JAYAPURA-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Ir Djarot Soetanto MM mengatakan bahwa pada triwulan I tahun 2011, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Papua sebesar 98,47. Ini menunjukan kondisi ekonomi konsumen menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.
 “Turunnya kondisi ekonomi konsumen ini dipengaruhi oleh inflasi dan penurunan tingkat konsumsi rumah tangga. Perayaan Natal dan Tahun Baru menyebabkan tingkat konsumsi rumah tangga dan volume barang dan jasa yang dikonsumsi pada akhir tahun relatif tinggi dibandingkan triwulan I Tahun 2011,” ungkap Djarot.
 Dikatakan, dilihat menurut kelompok rata-rata pendapatan rumah tangga sebulan, penurunan ITK Papua terjadi pada semua kelompok pendapatan. Meskipun pendapatan rumah tangga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (terlihat pada nilai indeks 104,28), ternyata kenaikan tersebut tidak berdampak pada naiknya tingkat konsumsi baik makanan maupun non makanan.
 Menurutnya, inflasi yang terjadi selama Januari-Maret 2011 yang hanya sebesar 0,95 persen berpengaruh terhadap komsumsi makanan sehari-hari (nilai indeks 90,84) sehingga tingkat konsumsi rumah tangga juga menurun (nilai indeks 90,84).
 Penurunan tingkat konsumsi rumah tangga juga menurun (nilai indeks 93,22). Penurunan tingkat konsumsi rumah tangga juga dipengaruhi oleh pola musiman dimana tingkat konsumsi masyarakat pada akhir tahun biasanya relatif lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2011 karena perayaan Natal dan tahun baru.
 Lebih lanjut, nilai ITK pada triwulan II Tahun 2011 diperkirakan sebesar 107,79, artinya kondisi ekonomi konsumen di Papua diperkirakan akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan triwulan I.
   Secara nasional, provinsi yang memiliki nilai ITK paling tinggi adalah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 112,31. Sebaliknya, provinsi Bengkulu tercatat memiliki nilai ITK terendah sebesar 97,70. Nilai ITK Provinsi Papua pada triwulan II-2011, diperkirakan sebesar 107,79, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaiki.(bat/ary)


 
    JPNN.COM | Kondisi Ekonomi Konsumen di Papua Turun
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Facebook
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
 
Komentar Anda mengenai berita "Kondisi Ekonomi Konsumen di Papua Turun"
 
  + Other News / Category     
 
Artikel Dahlan Iskan
Dari Buli, Ria Berdikari Ingin Angkat Harga Diri
 Oleh Dahlan Iskan  Menteri BUMN    Tiba di lokasi ini saya diberi pilihan: n ...
Other