03 September 2010

HOME

CARI BERITA

Kata Kunci

 

BERITA

 

Hal Utama

Nasional

Metro Jayapura

Radar Sentani

Lintas Papua

Radar Sarmi

Radar Biak

Radar Yahukimo

Radar Supiori

Radar Keerom

Radar Puncak Jaya

Radar Bouven Digoel

Info Kaagamaan

Dinamika Tembagapura

Alamku Papua

Super Liga

Sepak Bola

Sportif

Ekonomi Bisnis

Hiburan

 

 

BACA ARSIP

Artikel Bulan

Tahun

 

15 Juli 2010 01:45:03

Kapolresta: Jangan Buang Kesalahan ke Polisi



Soal Tidak Adanya Jaminan Pengamanan Bagi Anggota KPU Kota
JAYAPURA–Menyusul pernyataan Sekretaris KPU Kota Jayapura, Drs. Sofyan (Cepos-Rabu 14/7) tentang tidak adanya jaminan pengamanan dari aparat kepolisian bagi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura sehingga menjadi alasan tidak masuk kantor pasca penetapan pasangan calon yang lolos verifikasi faktual pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kota Jayapura, dibantah Kapolresta Jayapura, AKBP. H. Imam Setiawan, SIK.
Ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kapolresta menegaskan, pernyataan yang disampaikan Sekretaris KPU Kota itu tidak beralasan sehingga ia meminta agar tidak membuang kesalahan diri sendiri kepada orang lain. Untuk itu, Kapolresta minta agar KPU Kota bicara, sebab polisi bukan hanya mempunyai tugas untuk menjelaskan kepada masyarakat persoalan KPU tapi polisi mempunyai tugas untuk mengamankan setiap orang yang melakukan tindakan kriminal atau anarkis dalam pelaksanaan Pemilukada.
Kapolresta mengaku, pihak KPU Kota memang pernah menyurat dan meminta pengamanan untuk 5 orang namun pihaknya tidak memenuhinya karena permintaan 5 orang anggota polisi untuk mengamankan KPU adalah tidak mungkin. Sebab untuk pengamanan idealnya 15 orang untuk dijadikan dalam 3 sift. ”Jadi harusnya mengambil 15 orang anggota meskipun kondisi anggota di Polresta Jayapura minim sehingga pihaknya sempat bersurat ke Polda Papua agar permintaan ini supaya Polda Papua yang menanganinya atau mengambil alih,” ujarnya lagi.
Lebih jauh Kapolresta menambahkan, meskipun pihaknya tidak melakukan pengamanan khusus di KPU Kota, namun anggota Polresta Jayapura selalu ada di KPU Kota sehingga pihaknya tidak terlambat dalam setiap kejadian karena informasi dari anggota dengan pakaian preman selalu ada disana. ”Bahkan bisa ditanya saja, apakah mereka (massa) setiap melakukan aksi tambahan, polisi langsung datang. Itu adalah informasi dari anggota yang memakai pakaian preman di lapangan,”tukasnya.
Menyoal pengamanan acara pleno pengambilan nomor undian yang berlangsung di Hotel Relat, menurut Kapolresta, seharusnya tidak mesti anggota Polresta Jayapura yang datang tapi mereka (KPU Kota) harusnya berkoordinasi dengan Polsekta Jayapura Selatan. ”Biarkan Polsekta Jayapura Selatan yang menangani dan setelah melihat intensitas kejahatan memang tinggi maka Polresta Jayapura yang turun. Untuk apa ada Polsekta dibuat, sehingga hal ini perlu diketahui masyarakat,”imbuhnya lagi.
Kapolresta menambahkan, saat KPU Kota melakukan konfirmasi ke polisi tentang hal itu, Sekretaris KPU tidak berada di KPU Kota sehingga polisi yang menghadapi massa. Untuk itu, seharusnya anggota KPU Kota ada di kantornya sehingga saat massa yang ingin mempertanyakan sesuatu hal tentang kandidat yang tidak lolos, KPU bisa menjawab dengan jelas. ”Anggota KPU Kota tidak harus hilang dan tidak di kantornya sebab massa yang datang ingin meminta penjelasan dan klarifikasi sehingga untuk apa anggota polisi mau mengamankan kantor KPU sementara anggota KPU sendiri tidak ada di tempat. Bukan hanya itu, perlu diketahui, sebenarnya ada pengamanan tertutup bagi Ketua KPU Kota Jayapura kemudian pengamanan lainnya bahkan polisi sudah jatuh bangun untuk mengamankan KPU,” tambahnya. (nal/nat) (scorpions)

 
 

 

 
     
 

tim cepos © 2005  Jawapos Group